Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Perbenihan, Sudah Siapkah Pertanian Kita?

Seedcare Institute adalah nama gedung yang baru diresmikan pada 20 April tersebut. Di dalamnya, para peneliti dari berbagai latar belakang negara Barat dan Timur sibuk putar otak menyusun formulasi pengembangan benih tanaman pangan superior.nn
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 26 April 2016  |  18:56 WIB
Seedcare Institute - syngenta.com
Seedcare Institute - syngenta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Di ujung jalan Kendall Labsalah satu sudut Singapore Science Park IIterdapat sebuah gedung kecil yang tampak sepi dari luar.

Tak disangka, sesuatu yang ajaib sedang digarap serius di sana: yang mungkin bisa memengaruhi konstelasi sektor agribisnis di Asean.

Seedcare Institute adalah nama gedung yang baru diresmikan pada 20 April tersebut. Di dalamnya, para peneliti dari berbagai latar belakang negara Barat dan Timur sibuk putar otak menyusun formulasi pengembangan benih tanaman pangan superior.

Setiap butir benih entah itu jagung, padi, atau yang lainnya diperlakukan ekstra hati-hati, layaknya seorang bayi. Mereka menyusun dengan akurat bermacam formula cair ber-polymer untuk proses pembuatan benih unggul.

Masing-masing resep formula diberi warna spesifik untuk kemudian dibalurkan kepada benih dengan mesin pengaduk khusus.

Tidak berhenti sampai di situ, pengaplikasian formula pada setiap butir benih harus dipastikan merata.

Keseragaman pewarnaan benih dicek ulang dengan mesin pemindai khusus.

Mereka juga menggunakan alat canggih untuk memotret setiap butir benih.

Tidak akan ada satu butirpun yang terlewatkan. Begitu ada satu saja yang tak sesuai standar, pasti akan langsung disortir.

Setelah melalui proses sortir, benih-benih itu dibersihkan dari butiran debu. Hal itu untuk memastikan petani benar-benar hanya mendapatkan benih berkualitas tinggi hingga butir terakhir di dalam kemasan, tanpa secercah pun residu.

Untuk memastikan takaran formula dan bahan aktif yang digunakan pada benih telah sesuai, mereka melakukan pengecekan ulang melalui sistem ekstraksi mutakhir.

Terakhir, seluruh hasil riset itu diuji ketahanannya terhadap jamur, hama, dan perubahan suhu/cuaca.

Hasil akhir dari produk riset di laboratorium tersebut akan diujikan pada hamparan yang lebih luas guna melihat seberapa stabil performa benih yang dihasilkan.

Lahan uji cobanya, tentu saja negara dengan pangsa pasar agribisnis besar, seperti Indonesia.

 

 

1 dari 6 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

benih
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top