WSKT dan Pelindo Gabungkan Pengelolaan Tol Cimanggis--Cibitung dan Cibitung--Cilincing

PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan membentuk perusahaan patungan bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Tbk untuk melakukan pengelolaan bersama ruas tol CimanggisCibitung sepanjang 26,3 km dan ruas tol CibitungCilincing sepanjang 34 km untuk mendukung sinergi logistik.
Deandra Syarizka | 02 Maret 2016 06:30 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan membentuk perusahaan patungan bersama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Tbk untuk melakukan pengelolaan  bersama ruas tol Cimanggis—Cibitung sepanjang 26,3 km dan ruas tol Cibitung—Cilincing sepanjang 34 km untuk mendukung sinergi logistik.

 Direktur Utama PT Waskita Karya M. Choliq mengungkapkan dalam ruas tol Cimanggis—Cibitung, pihaknya melalui PT Waskita Toll Road memiliki 90% kepemilikan, dan 60% di antaranya akan dimasukkan ke perusahaan  bersama Pelindo. Sementara Pelindo berencana menggabungkan seluruh kepemilikannya di ruas tol Cibitung-Cilincing sebanyak 45%.

 “Ini hanya semacam holding membentuk dua tol milik Pelindo dan Waskita menjadi satu company , seperti kerja sama yang lebih baik untuk konektivitasnya. Kalau  yang sisanya itu kan [milik] Malaysia, syukur kalau dia juga mau masuk lagi,” ujarnya usai menghadiri penandatanganan MoU bertajuk Sinergi BUMN Integrasi Logistik-Maritim untuk Akselerasi Konektivitas Nasional, Selasa (01/03).

 Dia menambahkan pihaknya akan segera membentuk tim khusus yang akan membahas soal pembentukan perusahaan induk ini. Tim tersebut juga akan menentukan nilai saham kedua perusahaan yang akan digabungkan ke perusahaan induk.

 Data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) per Februari 2016 menyebutkan ruas tol Cimanggis—Cibitung dikelola oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways, yang sahamnya 90% dimiliki Waskita, 5% oleh PT Bakri & Brothers, dan 5% sisanya dimiliki PT Bakrie Toll Indonesia. Nilai investasi tol ini mencapai Rp 4,5 triliun, dengan biaya tanah Rp1,3 triliun, dan biaya konstruksi Rp1,61 triliun.

 Sejauh ini, konstruksi baru mencapai 0,8%, dan lahan yang telah dibebaskan hanya 0,36% dari total kebutuhan 25,39 km. Sementara itu, tol ini ditargetkan beroperasi 2019.

 Mengenai pembebasan lahan yang terhambat, Choliq mengaku siap menalangi dana pembebasan lahan untuk ruas tol tersebut. Dia pun mengaku telah menyiapkan dana khusus untuk itu, meski tidak merinci secara spesifik nilai dana yang disiapkan.

 “Tanah memang dari pemerintah, tetapi kalau tidak jalan,  kita bisa menalangi dulu. Ada [alokasi dana tanah], kenapa tidak? Sekali masuk harus berani terus, nggak boleh mangkrak,” ujarnya.

 Seperti diketahui, tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari jaringan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II.  Tol ini akan meneruskan ruas Cijago atau Cinere-Jagorawi, juga  menghubungkan tol Jagorawi di Cimanggis dengan tol Jakarta-Cikampek di Cibitung.

 Semula, pemegang saham tol ini adalah PT Bakrie & Brothers 15% dan PT Bakrie Toll Indonesia 85%. Pada pertengahan Juli 2015, PT Waskita Toll Road mengakuisisi 90% saham dengan nilai Rp552,15 miliar. Tol ini menjadi salah satu dari total 12 ruas tol yang diakuisisi Waskita hingga saat ini.

 

 

Tag : infrastruktur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top