Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sawah 2.752 Ha Dilanda Banjir, Sumbar Minta Bantuan Benih

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengajukan bantuan benih bagi petani yang mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu, agar target produksi padi tetap terjaga.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 22 Februari 2016  |  21:28 WIB
Sawah tergenang banjir. - Antara
Sawah tergenang banjir. - Antara

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengajukan bantuan benih bagi petani yang mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda daerah itu beberapa waktu lalu, agar target produksi padi tetap terjaga.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumbar Besli mengatakan masih melakukan pendataan dan verifikasi petani yang bakal diajukan untuk mendapatkan bantuan benih melalui cadangan benih nasional (CBN).

“Kami masih lakukan pendataan dulu mana kelompok-kelompok petani yang terdampak, secepatnya dikirimkan ke pusat,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (22/2/2016).

Dia mengatakan sawah seluas 2.752 hektare rusak akibat banjir di Sumbar beberapa waktu lalu. Banjir melanda 8 kabupaten/kota, yakni Kota Solok, Kab Solok, Solok Selatan, Agam, Limapuluh Kota, Sijunjung, Pasaman dan Pesisir Selatan.

Menurutnya, petani yang terimbas bencana dan mengalami gagal panen bisa mendapatkan bantuan benih hingga 20 kg dari pemerintah. “Secepatnya kami kirimkan, sehingga nanti sekitar akhir Februari atau Maret bantuan benih sudah diterima petani,” kata Besli.

Besli mengakui kerusakan lahan sawah akibat bencana banjir itu berpotensi menyebabkan target produksi padi tidak tercapai. Namun, pemerintah setempat masih optimistis mampu mencapai target dengan sejumlah perbaikan dan mendorong peningkatan produksi.

Tahun ini, Sumbar menargetkan produksi padi mencapai  2,65 juta ton. Jumlah itu lebih tinggi dari pencapaian tahun sebelumnya yang di atas 2,5 juta ton.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta pemda dan instansi terkait meningkatkan koordinasi dan mempercepat proses pemulihan kawasan pertanian yang rusak akibat banjir.

“Selain bantuan langsung kepada masyarakat, pemulihan kawasan pertanian juga harus jadi prioritas pemda,” katanya.

Dia mengatakan pemerintah setempat mengejar target produksi padi hingga mencapai 3 juta ton setahun, untuk mempercepat swasembada beras nasional. Apalagi Sumbar disebut sebagai salah satu daerah utama penghasil padi di Sumatra, selain Sumsel, Lampung dan Sumut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar benih
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top