Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

80% Masyarakat Harus Tinggal di Perkotaan pada 2045

Tepat 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045, pemerintah akan mengincar 80% masyarakat bisa tinggal di perkotaan melalui pengembangan tata ruang.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 17 Februari 2016  |  19:08 WIB
Perkotaan
Perkotaan

Bisnis.com, JAKARTA - Tepat 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045, pemerintah akan mengincar 80% masyarakat harus tinggal di perkotaan melalui pengembangan tata ruang.

Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, mengatakan perencanaan tata ruang untuk mencapai target tersebut telah disusun sehingga pembebasan lahan untuk fasilitas publik bisa segera direalisasikan.

“Jadi satu kesatuan dalam tata ruang ketika nanti air bakunya, pembuangan sampahnya, sanitasinya, dan transportasi perkotaannya,” katanya, Rabu (17/2/2015).

Untuk memulainya, Bappenas merencanakan pembangunan lima kota metropolitan di luar Jawa, antara lain Medan dan Denpasar. Setiap pulau diproyeksikan memiliki satu kota metropolitan. Selain lima kota metropolitan, 50 kota sedang juga akan dibangun hingga 2019 untuk pengembangan willayah.

Pengembangan kawasan perkotaan itu sekaligus untuk memaksimalkan potensi tenaga kerja yang produktif. Arifin menambahkan masyarakat perkotaan belum produktif seperti China karena masyarakat perkotaan lebih banyak bekerja di sektor informal.

Pada 2025, sekitar 65% masyarakat diproyeksikan menempati kawasan perkotaan. Persiapan yang lebih awal untuk mencapai 80% diharapkan dapat mencipatakan kota yang ramah dan humanis. “Indonesia sedang memasuki era masyarakat perkotaan karena 50% masyarakat sudah tinggal di perkotaan,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas tenaga kerja perkotaan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top