Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Keyakinan Konsumen RI Akhir 2015 Kembali Meningkat

Indeks Keyakinan Konsumen di Indonesia kembali menempati posisi 3 teratas di seluruh dunia, setelah India dan Filipina yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 03 Februari 2016  |  20:22 WIB
Konsumen memadati pusat perbelanjaan produk ritel - Bisnis
Konsumen memadati pusat perbelanjaan produk ritel - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Keyakinan Konsumen di Indonesia kembali menempati posisi 3 teratas di seluruh dunia, setelah dua negara Asia lainnya yaitu India dan Filipina yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua.

Hal ini berdasarkan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentionsterbaru yang disampaikan di Jakarta, Rabu (3/2/2015).

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan pada 2 – 25 November 2015 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 61 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara.

Menurut Agus Nurudin, Managing Director Nielsen Indonesia hampir seluruh wilayah di dunia mengakhiri tahun 2015 dengan tingkat keyakinan yang menurun dibandingkan dengan saat awal tahun (kuartal pertama).

“Lebih dari setengah (55%) responden di seluruh dunia percaya bahwa mereka masih berada dalam situasi resesi di kuartal keempat 2015 ini, yang sedikit meningkat dari awal tahun (53%),” katanya dalam keterangan tertulis.

Di Indonesia, jumlah responden yang percaya bahwa ekonomi negara sedang dalam resesi berkurang,  dari 73% pada kuartal sebelumnya menjadi 69% pada kuartal IV.

Begitu juga dengan konsumen yang percaya masa resesi akan berakhir dalam satu tahun ke depan, meningkat dari 37% menjadi 43%.

Konsumen Indonesia juga masih optimis akan prospek lapangan kerja dalam 12 bulan ke depan. Persentasenya naik dari 64% menjadi 68% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara konsumen yang optimis akan kondisi keuangan pribadi meningkat dari 64% menjadi 66%.

“Hanya saja optimisme mengenai keinginan atau niat untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan menurun dari 49% menjadi 45%,” katanya.

Adapun lima kekhawatiran utama konsumen dalam kuartal empat yakni keadaan ekonomi, keseimbangan antara hidup dan pekerjaan, kesejahteraan dan kesehatan orang tua, kesehatan serta kekhawatiran akan pemanasan global.

Global

Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen Global di akhir tahun 2015 tercatat menurun 2 poin dari kuartal ketiga yang berada di angka 97.

Jika ditinjau per kawasan, indeks keyakinan konsumen di wilayah Amerika Utara dan Timur Tengah / Afrika menurun 6 poin masing-masing ke angka 100 dan 90, dan di Amerika Latin turun 3 poin ke angka 83.

Eropa menunjukkan peningkatan dengan indeks 81, meningkat 6 poin dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun 2015, sementara wilayah Asia Pasifik tidak berubah (107 di kuartal pertama dan kuartal keempat).

Adapun, beberapa negara Asia Pasifik masih masuk jajaran 10 negara teroptimis di dunia. India berada pada tingkat tertinggi dengan skor 131(sama dengan kuartal ketiga); dan Filipina juga bertahan pada posisi kedua dengan skor 117, juga tidak mengalami perubahan dari kuartal sebelumnya.

Tingkat Kepercayaan Konsumen Indonesia berada di angka 115, turun 1 poin dari kuartal sebelumnya. Angka ini membawa Indonesia menjadi 3 teratas negara yang paling optimis di dunia.

Menyusul Thailand dengan skor 114 berada di posisi keempat. Vietnam dan Cina yang berada di urutan ke-6 dan ke-8 secara global, menunjukkan peningkatan di skor 108 dan 107 dari kuartal sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nielsen indeks keyakinan konsumen
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top