Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relokasi Industri ke Kawasan Aerocity Butuh Waktu Lama

Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) menilai relokasi maupun pengembangan industri ke kawasan industri Aerocity di Kabupaten Majalengka Jawa Barat memerlukan waktu yang cukup lama.
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 31 Januari 2016  |  20:00 WIB
Relokasi Industri ke Kawasan Aerocity Butuh Waktu Lama
Rencana induk Kertajati Aerocity - Ilustrasi/skycrapercity.com

Bisnis.com, BANDUNG--Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) menilai relokasi maupun pengembangan industri ke kawasan industri Aerocity di Kabupaten Majalengka Jawa Barat memerlukan waktu yang cukup lama.

Ketua APKB Ade Riphat Sudrajat mengatakan proses relokasi maupun pengembangan ke lokasi kawasan industri baru memerlukan biaya cukup besar. "Untuk mengembangkan maupun relokasi ke Aerocity dalam waktu dekat rasanya tidak mungkin, karena tidak semudah yang dipikirkan," ujarnya kepada Bisnis.com.

Menurutnya, jika sebuah industri akan melakukan pengembangan maupun relokasi pasti harus dipertimbangkan dengan matang. Sebab, hal tersebut berhubungan dengan biaya perizinan, pembebasan lahan maupun perhitungan operasional ketika akan dijalankan.

Di samping itu, kebutuhan tenaga kerja pun perlu dipertimbangkan. "Memang kami akui di wilayah itu upahnya masih tergolong rendah, tapi kalau misalnya industri lama harus pindah ke sana tidak mungkin," ujarnya.

Kendati demikian, Ade mengaku apabila sebuah industri baru akan mendirikan usaha di sana bisa saja terjadi. Karena lokasi tersebut cukup strategis untuk melakukan sebuah aktivitas kawasan berikat. Apalagi, di kawasan itu infrastrukturnya cukup memadai mulai dari akses tol hingga bandara untuk proses ekspor maupun impor.

Selain itu, APKB saat ini masih fokus terhadap penggenjotan pasar ekspor, di mana rencananya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan mengembangkan sistem online bagi seluruh kegiatan ekspor maupun impor. "Nanti semuanya akan mulai di-online-kan baik dari segi penjualan maupun regulasi," ujarnya.

Adapun, mengenai perlambatan ekonomi ada beberapa industri garmen dan tekstil produk tekstil (TPT) yang menjual barang ke pasar domestik. Namun, hal itu dilakukan dengan tidak merusak pangsa pasar industri lain.

"Kami menjual ke pasar domestik dengan tidak memberi label, karena tidak mau merusak pasar industri yang dikhususkan ke domestik," katanya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat meminta pemerintah provinsi  segera mematangkan proyek kawasan industri Aerocity di Kabupaten Majalengka menyusul pengalihan pembiayaan Bandara Kertajati oleh pemerintah pusat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja menyatakan adanya pengalihan biaya pembangunan Bandara Kertajati tentunya memacu pembangunan semakin cepat. Karena menurutnya pembangunan akan dibiayai APBN yang tentunya tidak menunggu bantuan dari swasta.

Kondisi tersebut akan berimbas pada kawasan industri Aerocity di mana aktivitas perekonomian di Jabar bagian timur bakal segera bergulir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan berikat Aerocity
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top