Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerawanan Pangan di Kaltim Masuk Kategori Berisiko Kecil

Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 20 Januari 2016  |  16:48 WIB
Kerawanan Pangan di Kaltim Masuk Kategori Berisiko Kecil
Beras untuk ketahanan pangan - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis,com, BALIKPAPAN - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kalimantan Timur mengklaim kerawanan pangan di provinsi tersebut masuk ke dalam kategori rata-rata berisiko kecil dibandingkan dengan provinsi lain. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kaltim Fuad Asaddin mengatakan Kaltim tidak masuk ke dalam daftar provinsi prioritas nasional untuk penanganan kerawanan pangan.

“Itu artinya Kaltim bukan termasuk daerah yang rawan. Dari indikator prevalensi anak umur di bawah 5 tahun dengan tinggi badan kurang, skor Kaltim berada pada 20-30 atau prevalensi sedang, dan kondisi ini dinilai lebih baik dibanding provinsi lain,” jelas Fuad dalam website resmi Pemprov Kaltim, Rabu (20/1/2016). 

Selain itu, untuk kondisi normatif terhadap produksi, Kaltim juga dinilai lebih baik dibanding provinsi lainnya. Fuad mengatakan rasio konsumsi normatif penduduk terhadap produksi berada pada kisaran 0,50-0,75, atau surplus sedang. 

Adapun beberapa daerah di Kaltim yang masuk dalam kategori surplus sedang adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Sementara daerah dengan surplus rendah, berada pada Kabupaten Paser. 

“Meskipun demikian, masih ada beberapa daerah yang mengalami defisit sedang, yakni Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu,” sambung Fuad. 

Dia mengatakan secara umum ketersediaan pangan di Kaltim setiap tahunnya terbilang cukup, terutama untuk pemenuhan kebutuhan penduduk. Namun, Fuad mengakui sumbangan hasil pertanian lokal sampai dengan saat ini masih terbatas. 

Sehingga, sebagian pasokan bahan pangan masih harus didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Seperti yang diketahui, lahan tanaman pangan yang luas hanya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Komoditas lain yang masih harus didatangkan dari daerah lain antara lain adalah beras, jagung, kedelai, gula, daging sapi, gandum, buah-buahkan, bahkan sayuran juga,” ucap Fuad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rawan pangan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top