Tren Hunian Berkonsep Amerika

Tren minimalis begitu diminati pada hunian warga perkotaan. Hal ini seiring dengan keterbatasan lahan, sehingga membutuhkan konsep interior yang menciptakan kesan lebih sederhana dan tetap menawan.
Azizah Nur Alfi | 10 Januari 2016 04:40 WIB
Konsep minimalis juga menawarkan bujet yang lebih terjangkau, dibanding gaya hunian lain. - Foto: dok.interiordesigninspirations.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tren minimalis begitu diminati pada hunian warga perkotaan. Hal ini seiring dengan keterbatasan lahan, sehingga membutuhkan konsep interior yang menciptakan kesan lebih sederhana dan tetap menawan. Konsep minimalis juga menawarkan bujet yang lebih terjangkau, dibanding gaya hunian lain.

Meski begitu, tren bergeser ke konsep interior gaya klasik. Konsep minimalis cenderung mulai ditinggalkan beberapa tahun ini karena tergeser dengan konsep hunian gaya Amerika. Desainer Interior dan Project Manager Duck Wood Martha Kristiana menuturkan gaya Amerika mulai diminati sebagai konsep interior hunian, seiring dengan kejenuhan penghuni atas konsep minimalis yang cenderung monoton dan kaku.

"Sejak tiga tahun lalu. Kalau dulu cenderung minimalis, sekarang tidak. Mulai ada permintaan untuk American style," tutur alumni jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tarumanegara.

Martha menampilkan stand kamar anak usia 10 tahun dengan konsep interior yang mengusung gaya Amerika pada gelaran Perfect Home 2015. Menurutnya, gaya Amerika hampir serupa dengan gaya klasik Eropa. Namun, yang membedakan dari keduanya adalah gaya klasik pada American style tidak sekental gaya klasik Eropa.

Dia mengatakan pada gaya klasik Eropa lekat dengan ukiran yang detail. Sementara itu, pada gaya Amerika memiliki ukiran, tetapi dengan desain yang lebih sederhana. Warna yang diusung pada konsep interior gaya Amerika juga menampilkan warna yang lebih tenang seperti, putih dan broken white. "Kalau dulu minimalis lebih ke warna kayu. Sekarang gaya Amerika tidak terlihat urat kayunya," jelasnya.

Konsep interior gaya Amerika, menurutnya, cenderung penengah antara gaya minimalis dan klasik. Tidak terlalu kental dengan gaya klasik, tetapi juga tidak terlalu minimalis yang monoton dan kaku.

Menurut Martha, keuntungan mengaplikasikan gaya klasik pada American style ini yakni konsep yang lebih abadi atau tidak mudah lekang dimakan zaman. Berbeda dengan konsep minimalis, yang boomingnya hanya beberapa tahun saja. "Rumah gaya klasik meski dibangun tahun 90-an, tetapi punya ciri sendiri karena gayanya sendiri. Rumah sudah memiliki karakter dengan gaya klasiknya," katanya.

Aplikasi pada Kamar Anak

Meski menyajikan ukiran pada konsep interiornya, bukan berarti gaya Amerika tidak dapat diaplikasikan pada kamar anak. Kamar anak yang identik dengan permainan warna, rupanya juga cocok untuk gaya Amerika yang cenderung menampilkan warna tenang. Martha mengaplikasikan warna yang lebih ceria pada kamar anak dengan konsep American style. Permainan warna kuning, hijau, biru, hingga pink tampil melalui furniture yang melengkapi fungsi kamar anak, sedangkan warna putih dipilih sebagai warna dinding.

"Perbedaannya, kalau warna anak lebih cheerfull dan tabrak warna. Sementara, pemilihan warna pada kamar dewasa lebih kalem," tuturnya.

Martha menyarankan dalam mengaplikasikan gaya Amerika sebagai konsep hunian, sebaiknya memperhatikan luasan lahan. Menurutnya, untuk bangunan sebaiknya memiliki luasan lebih dari 200 meter2, sedangkan pada kamar anak memiliki luas sekitar 30 meter2. “Bentuk minimalis memang lebih ringan. Kalau untuk apartemen, dapat ke American style tetapi gayanya lebih ke minimalisnya,” katanya. ()

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (10/1/2016)

Tag : tren, hunian berimbang, desain rumah
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top