Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang MEA, Pebisnis Pariwisata Mulai Khawatir

Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) mulai khawatir dengan daya saing sektor pariwisata Indonesia jelang dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir bulan nanti.nn
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 20 Desember 2015  |  19:04 WIB
Perahu melintas di kawasan objek wisata Karst Rammang-Rammang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan - Antara
Perahu melintas di kawasan objek wisata Karst Rammang-Rammang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) mulai khawatir dengan daya saing sektor pariwisata Indonesia jelang dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir bulan nanti.

Pasalnya, biro perjalanan wisata Indonesia - sebagai salah satu penunjang utama industri pariwisata - masih kalah dibanding dengan negara Asean lain. Baik dari sisi daya saing maupun akses permodalan.

"Persaingan kami di Asean tidak imbang. Soal bunga bank misal, negara lain start dengan bunga 4%-5% sedangkan kami 13%-14%. Ini harus dibenahi jika kita tetap ingin berjaya di sektor pariwisata," kata Ketua Umum Asita Asnawi Bahar, Minggu (20/12/2015).

Dia menambahkan, beberapa negara telah memberikan kemudahan berbisnis kepada pengusaha biro perjalanan. Malaysia misalnya, yang bersedia mengganti 60%-70% biaya promosi yang dilakukan oleh biro perjalanan di luar negeri.

Sementara Israel, imbuhnya, pemerintah di negara tersebut bersedia memberikan potongan harga sebesar US$40 untuk tiket pesawat setiap satu orang wisman yang berkunjung di negara tersebut.

"Kalau kita tidak dimudahkan seperti di negara lain, pasar kita akan dikuasai oleh biro perjalanan dari negara lain," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asita mea 2015
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top