Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Sarang Walet dari Tanjung Emas Diklaim Tertinggi

Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 14 Desember 2015  |  19:27 WIB
Sarang walet
Sarang walet

Bisnis.com, SEMARANG - Ekspor sarang burung walet melalui Pelabuhan Tanjung Emas tercatat mencapai sekitar tiga ton.

Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Heru Wahyu Praja mengatakan angka ekspor sarang walet tersebut adalah ekspor sepanjang tahun ini. “Sarang walet paling tinggi kita, sejak awal Februari sekitar tiga ton,” kata Heru akhir pekan lalu.

Seluruh sarang walet itu diekspor ke China. Namun demikian, tak semua sarang walet berasal dari daerah Jawa Tengah. Sarang walet memang menjadi komoditi ekspor bernilai cukup tinggi. Negeri Panda termasuk salah satu negara dengan permintaan sarang walet dalam jumlah besar.

Sebelumnya, Badan Karantina Pertanian Kementan mengaplikasikan sertifikasi karantina ekspor dan pelepasan karantina impor secara online, yang diklaim mampu mengakselerasi ekpsor dan memangkas dwelling time.

Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Lampung, dan Bandar Udara Ahmad Yani ditunnjuk sebagai pilot project sistem tersebut per 1 Desember 2015. 

Dalam pelaksanaanya, sistem daring atau online itu dilaksanakan melalui Pelayanan Prima Karantina (PPK) Ekspor dan PPK Layanan Prioritas. Keduanya terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Adapun, melalui sistem PPK Ekspor layanan karantina untuk memperoleh sertifikat ekspor produk pertanian dan perikanan hanya dapat dilakukan secara elektronik melalui INSW.

Di sisi lain, layanan daring serupa juga diberikan pada importir melalui PPK Layanan Prioritas. Dengan layanan tersebut, pelaku hanya cukup mengunduh sertifikat pelepasan karantina. Namun, layanan ini hanya diberikan pada importir dengan rekam jejak yang dinilai baik dalam enam bulan terakhir. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sarang walet
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top