Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rokok, Beras dan Cabai Merah Picu Inflasi di Sumut

Peningkatan harga pada tiga komoditas yakni rokok, beras dan cabai merah menjadi pemicu utama laju inflasi Sumatra Utara pada November 2015 0,51% berada di atas inflasi nasional 0,21%.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 01 Desember 2015  |  13:04 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Peningkatan harga pada tiga komoditas yakni rokok, beras dan cabai merah menjadi pemicu utama laju inflasi Sumatra Utara pada November 2015 0,51% berada di atas inflasi nasional 0,21%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono mengatakan peningkatan harga ketiga komoditas tersebut memiliki andil besar terhadap inflasi di keempat IHK, yakni Medan, Pematang Siantar, Padang Sidempuan, dan Sibolga.

"Di seluruh kota IHK, dalam lima besar komoditas penyumbang inflasi, ada rokok, beras dan cabai merah. Sumut sendiri andil terbesar inflasinya memang berasal dari makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24%, serta bahan makanan 0,18%, dengan inflasi bulanan masing-masing 1,56% dan 0,77%," ucap Wien, Selasa (1/12/2015).

Khusus di Medan, papar Wien, harga cabai merah melonjak 6,36% dan beras 2,73% selama bulan lalu. Komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan harga yakni sawi hijau 32,08%, rokok kretek filter 11,76%, rokok putih 7,15%, tarif angkuran udara 6,06% dan rokok kretek filter 4,17%.

"Tapi, ada pula komoditas yang menurun harganya, di antaranya dencis, daging sapi, pisang, pepaya, bahan bakar rumah tangga, cabai hijau, dan emas perhiasan," tambah Wien. 

Pada bulan lalu, Sibolga mengalami inflasi 0,78%, Pematang Siantar 0,28%, Medan 0,53%, dan Padang Sidempuan 0,41%. Adapun, laju inflasi tersebut mengakibatkan inflasi year on year Sumut pada November 2015 4,34%. Pada Oktober 2015, Sumut mengalami inflasi 0,41%.

Di Sumatra, dari 23 kota IHK, 19 kota inflasi, tertinggi terjadi di Bukit Tinggi 0,83% dan terendah di Bungo 0,07%. Sementara itu, empat kota deflasi, tertinggi di Pangkal Pinang 1,02% dan terendah di Dumai 0,02%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inflasi sumut
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top