Lippo Cikarang Catatkan Omzet Rp2,1 Triliun

Meski masih dibayangi pelemahan makro ekonomi dan nilai tukar rupiah, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengantongi pendapatan pra penjualan Rp2,1 triliun hingga akhir September 2015.
Hafiyyan | 02 November 2015 20:23 WIB
Maket Lippo Cikarang

Bisnis.com, JAKARTA—Meski masih dibayangi pelemahan makro ekonomi dan nilai tukar rupiah, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengantongi pendapatan pra penjualan Rp2,1 triliun hingga akhir September 2015. Angka ini tumbuh 220% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur LPCK Meow Chong Loh mengatakan, pencapaian pada kuartal III/2015 memenuhi harapan manajemen perusahaan di tengah melemahnya daya beli domestik dan pengetatan  peraturan kredit pemilikan rumah (KPR).

“Secara keseluruhan aktifitas bisnis serta profitabilitas usaha tetap berlangsung dengan baik sepanjang kuartal ketiga, sehingga kami optimis mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp2,5 triliun,” ujarnya dalam siaran resmi, Senin (2/11/2015).

Untuk memacu pencapaian target, pada akhir November, Lippo Cikarang akan meluncurkan kondominium Glandale Park berkapasitas 556 unit di kawasan terpadu Orange County dan  perumahan Cosmo Estate tahap kedua sejumlah 80 unit.

Per kuartal III/2015, perusahaan pun membukukan pendapatan mencapai Rp1,4 triliun atau naik 11,4% secara tahunan (year-on-year/ yoy). Selanjutnya, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/ laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi) tumbuh sebesar 8,3% yoy menjadi Rp811,6 miliar

Dalam periode yang sama, Laba bruto perusahaan berkode emiten LPCK ini meningkat 6,1% yoy menjadi Rp874,9 miliar dari Rp824,4 miliar pada tahun 2014. Laba bersih pun terkerek 8 % menjadi Rp734,3 miliar dari Rp680,2 miliar.
 
Komposisi pendapatan didominasi sektor residensial atau menyumbang 57,3% dari total pemasukan.   Properti jenis ini mencakup rumah hunian, rumah toko (ruko) dan apartemen dengan pendapatan tumbuh 127% menjadi Rp842,9 miliar yoy dari Rp371,8 miliar dibandingkan kuartal III/2014.  

Adapun pendapatan dari divisi industri dan komersial sebesar Rp471,5 miliar  menyumbang 32% terhadap total pemasukan. Sedangkan penghasilan dari pengelolaan kota naik 5,5% yoy menjadi Rp140,1 miliar di kuartal III/2015 dari Rp132,8 miliar di periode yang sama tahun lalu dan memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap total pendapatan LPCK.

Pendapatan berkelanjutan perseroan naik sebesar 5,5% yoy menjadi Rp140,1 miliar dan memberikan kontribusi sebesar 9,5% dari total pendapatan pada triwulan ketiga tahun ini. Total aset pun tumbuh 16% menjadi Rp4,9 triliun dari Rp4,3 triliun pada akhir tahun 2014.

Sebagai informasi, LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan luas sekitar 3.000 hektare di mana industri sebagai basis  ekonomi. Perusahaan telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan populasi 45.000 KK dan 350.000 orang yang bekerja setiap hari  di sekitar 820 perusahaan manufaktur di kawasan industri Lippo Cikarang.

Tag : bisnis properti, lippo cikarang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top