Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Wisata Halal' Kian Merebut Pasar Industri Pariwisata Dunia

Meningkatnya belanja wisata negara-negara Arab membuat industri perhotelan internasional berlomba menarik mereka dengan konsep wisata halal dan segala fasilitas yang Islami, termasuk di Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Oktober 2015  |  16:41 WIB
'Wisata Halal' Kian Merebut Pasar Industri Pariwisata Dunia
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Meningkatnya belanja wisata negara-negara Arab membuat industri perhotelan internasional berlomba menarik mereka dengan konsep “wisata halal” dan segala fasilitas yang Islami, termasuk di Amerika Serikat.

Sebuah perusahaan perhotelan Orlando, Florida, Amerika Serikat menawarkan "rumah liburan halal" yang dilengkapi dengan kolam renang tertutup khusus untuk wanita. Begitu juga dengan fasilitas musala yang dilengkapi dengan Alqur’an dan perlatan salat.

Sedangkan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa kuliner asal Inggris memastikan restorannya menyediakan menu daging halal di London dan Dubai. Begitu juga dengan perusahaan aplikasi teknologi informasi yang menawarkan panduan salat lima waktu sesuai waktu setempat. Fasilitas itu tersedia di 90 kota di dunia di samping menyediakan kompas untuk menentukan arah kiblat.

“Sekarang ada dinamika di sector industry pariwisata untuk memperluas pasar “wisata halal” untuk melayni wisatwan Muslim di seluruh dunia, terutama yang berasal dari Negara Teluk, ujar Reem El Shafaki, Senior Associate perushaan konsultan Dinar Standard. Sebagimana dikutip situs huffingtonpost, Rabu (28/10/2015).

Wisatawan dari Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Oman akan menghabiskan US$64 miliar untuk kegiatan perjalanan wisata tahun ini. Sedangkan pada 2030 belanja mereka diperkirakan mencapai US$216 miliar, menurut hasil penelitian yang dilakukan perushaan teknologi pariwisata Amadeus.

Hasil penelitian itu menemukan bahwa rata-rata dari warga negara tersebut menghabiskan sekitar US$9.900 per satu perjalanan ke luar negara Teluk. Sedangkan untuk wisatawan dari Uni Emirat Arab angka itu mencapai di atas US$10.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel wisata arab

Sumber : huffingtonpost.com

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top