Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Ekspor Pertekstilan Meroket, Jokowi Harus Teken FTA dengan UE

Asosiasi Pertekstilan Indonesia memproyeksi kenaikan nilai ekspor hingga 100% apabila Presiden Joko Widodo segera merealisasikan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) Indonesia dengan Uni Eropa.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  17:09 WIB
Industri benang - Ilustrasi/Bisnis
Industri benang - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pertekstilan Indonesia memproyeksi kenaikan nilai ekspor hingga 100% apabila Presiden Joko Widodo segera merealisasikan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) Indonesia dengan Uni Eropa. 

Ketua Umum API Ade Sudrajat mengatakan upaya membuka pasar luar negeri yang sedang digarap Presiden Jokowi merupakan angin segar bagi industri tekstil nasional. 

"Tentu itu berita bahagia bagi kami untuk merencanakan ekspansi perluasan ke luar negeri yang tentunya disambut teman-teman industtri untuk adanya free trade dengan UE maupun dengan Turki," kata Ade di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/10/2015). 

FTA itu diproyeksi dapat mendongkrak ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sebesar 100% dalam lima tahun ke depan. 

"Naik 100% b‎isa dalam kurun lima tahun, 100%-200% itu suatu hal yang gampang," ujarnya. 

Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus API, lanjut Ade, Presiden Jokowi menyanggupi untuk segera menjalin FTA dengan 27 negara anggota Uni Eropa.

Namun, Jokowi tidak mengungkap target FTA Indonesia-UE akan ditandatangani. "Setelah diumumkan, kami akan investasi besar-besaran," imbuhnya.

Investasi besar-besaran dilakukan seiring besarnya potensi pasar UE yang memiliki 250 juta penduduk dengan pendapatan per kapita mendekati US$50.000.

API optimistis dengan FTA Indonesia-Uni Eropa, pangsa pasar produk TPT asal Indonesia dapat naik dari 14% menjadi sekitar 25%-30%. 

"Kita baru 14%, sedangkan Vietnam sudah 25%, Bangladesh 25%. Kita masih kecil, dengan FTA kemungkinan menjadi 25% atau 30%," pungkasnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa asosiasi pertekstilan indonesia perdagangan bebas
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top