Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wayang Jadi Media Sosialisasi Aturan Penangkapan Hiu & Pari

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) mengadakan sosialisasi peraturan pemerintah tentang penangkapan hiu dan pari di Tanjung Luar, Lombok Timur.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 14 Agustus 2015  |  13:38 WIB
Wayang Jadi Media Sosialisasi Aturan Penangkapan Hiu & Pari
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit. -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) mengadakan sosialisasi peraturan pemerintah tentang penangkapan hiu dan pari di Tanjung Luar, Lombok Timur.  

Uniknya, sosialisasi ini disampaikan melalui media kesenian wayang tradisional bertemakan perlindungan hiu dan pari yang disajikan oleh Dalang Kawakan Lombok Haji Lalu Nasib AR.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Timur Muhammad Tasywiruddin mengatakan kegiatan sosialisasi ini sangat penting dilakukan dengan metode yang tepat dan menyentuh langsung pada pelaku.

“Informasi yang disampaikan tepat sasaran dan dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap jenis hiu dan pari mana yang sudah tidak boleh ditangkap dan diperdagangkan, yang perdagangannya diatur, dan yang masih dapat dimanfaatkan,” katanya lewat keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (14/8/2015).

Tanjung Luar merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Lombok. Rata-rata sebanyak 0,5 ton hasil tangkapan ikan didaratkan setiap harinya, termasuk berbagai jenis hiu dan pari.  Belakangan ini Tanjung Luar menjadi sorotan berbagai pihak, khususnya pemerhati lingkungan, karena merupakan sentra perdagangan sirip hiu dan pari di NTB.

Tercatat sebanyak 260 unit perahu motor 3 GT - 60 GT, 800 Unit perahu motor tempel dan 40 unit perahu tanpa motor yang beroperasi di Tanjung Luar, dan 60 diantaranya merupakan kapal penangkap hiu dan pari.  

Tasywirudin berharap sosialisai ini dapat memberikan pemahaman yang benar kepada nelayan serta pengepul hiu dan pari yang ada di Lombok Timur sehingga dapat melakukan aktivitasnya dengan aman, nyaman, sekaligus mendukung usaha pemerintah dalam melakukan perlindungan terhadap jenis hiu dan pari yang telah terancam punah.

“Sebagai tindak lanjut ke depan dalam pengelolaan perikanan hiu dan pari di Kabupaten Lombok Timur perlu dilakukan beberapa  kegiatan,” ujarnya.

Kegiatan ini diantaranya adalah pembinaan dan penguatan kelompok nelayan, kajian terhadap aspek sosial ekonomi dan jenis mata pencaharian alternatif masyarakat, penyusunan dokumen pengelolaan perikanan hiu dan pari manta, serta penyiapan unit pengelola khusus dalam pengelolaan perikanan hiu dan pari.

“Dengan tata kelola perikanan yang baik maka pemanfaatan perikanan hiu dan pari secara berkelanjutan dapat dicapai,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan wayang
Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top