Pemerintah Sukses Pulangkan Orang Utan Dari Thailand

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berhasil melobi pemerintah Thailand untuk memulangkan orang utan ilegal kembali ke Tanah Air tanpa harus membayar ganti rugi biaya perawatan.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 04 Agustus 2015  |  09:31 WIB
Pemerintah Sukses Pulangkan Orang Utan Dari Thailand
Orang utan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berhasil melobi pemerintah Thailand untuk memulangkan orang utan ilegal kembali ke Tanah Air tanpa harus membayar ganti rugi biaya perawatan.

“Awalnya pemerintah Thailand ngotot biaya perawatan orang utan selama lima tahun sebesar Rp843 juta dibayar. Tapi berkat lobi di Jakarta, pemerintah tidak perlu bayar sesen pun,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Tachrir Fathoni di Jakarta, Senin (3/8/2015).

Orang utan merupakan satwa endemik yang dilindungi berdasarkan PP No. 7/1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Di Negeri Gajah Putih itu terdapat 13 ekor orang utan hasil sitaan asal Indonesia.

Fathoni mengatakan seluruh satwa harus dikembalikan setelah berakhirnya status sitaan satwa pada 5 Februari 2015. “Dalam waktu dekat kami akan kirim tim untuk pemulangan mereka,” katanya.

Selain orang utan, pemerintah juga akan memulangkan seekor badak sumatera bernama Harapan dari Kebun Binatang Cincinati, Amerika Serikat. Apalagi, tahun lalu badak betina bernama Suci diketemukan mati mengenaskan.

Fathoni mengatakan kesehatan Harapan juga memburuk karena ditengarai memakan makanan dengan kadar besi tinggi. Karena itu, pemerintah akan membentuk tim pakar dan akademisi untuk memeriksa binatang tersebut.

“Kami tidak ingin nasib Suci terulang pada Harapan. Karena itu pemerintah akan memulangkannya pada September, terlepas dari apapun hasil analisa kesehatan,” katanya. 

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top