Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski ada El Nino, Pemerintah Janji Tak Impor Pangan

Pemerintah memperkirakan tidak akan mengimpor pangan meski fenomena el nino mendera Indonesia dan mempengaruhi ketersediaan pangan tahun ini.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 18 Juni 2015  |  16:54 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah memperkirakan tidak akan mengimpor pangan meski fenomena el nino mendera Indonesia dan mempengaruhi ketersediaan pangan tahun ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan el nino yang terjadi berada di level moderat sehingga tak berpegaruh signifikan terhadap ketersediaan pangan sampai beberapa bulan ke depan.

“El nino kan ada tiga jenis, ringan, moderat, dan berat. Banyak analisa kalau terjadi moderat, efeknya ringan dibanding 1998,”katanya, Kamis(18/6/2015).

Dia memaparkan fenomena el nino yang terjadi tahun ini lebih ringan dibandingkan yang pernah berlangsung pada 1998 ketika Indonesia mengimpor beras hingga 5 juta ton.

Selain itu, sambung Kalla, pemerintah juga akan mematangkan persiapan yang baik untuk menjaga ketersediaan pangan. Kalaupun melakukan impor pangan, hal itu dilakukan ketika el nino hadir, bersamaan dengan musim tanam Oktober mendatang.

El nino disebabkan perbedaan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tropis bagian Timur yang akhirnya mengubah pola suhu dan curah hujan di sejumlah tempat, termasuk Indonesia.

Hal ini dapat membawa pengaruh besar terhadap panen berbagai jenis pangan. Para peneliti mengatakan gejala alam yang memicu perubahan suhu dan curah hujan dapat mengurangi panen jagung, padi, dan gandum sampai 4%


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan El Nino
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top