Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih: Menteri Ekonomi Jokowi Seperti Ketiban Pulung

Menteri Ekonomi di jajaran Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK dinilai bagai ketiban pulung karena mewarisi "bom waktu" dari masa lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Juni 2015  |  19:23 WIB
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih: Menteri Ekonomi Jokowi Seperti Ketiban Pulung
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memasuki mobil, usai memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/5). - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Ekonomi di jajaran Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK dinilai bagai ketiban pulung karena mewarisi "bom waktu" dari masa lalu.

Sementara itu, meski diwarisi empat defisit yang mengancam perekonomian nasional dari pemerintahan sebelumnya, namun sejumlah langkah yang diambil Kementerian Keuangan diyakini akan mampu melakukan terobosan untuk membangkitkan optimisme masyarakat.

Demikian dikemukakan Anggota Fraksi PDIP DPR dari Komisi XI Andreas Eddy Susetyo kepada wartawan, Selasa (16/6/2015).

Selain dibebani defisit neraca perdagangan sebesar US$6 miliar dan defisit neraca berjalan sebesar US$9,8 miliar, pemerintah mengalami defisit neraca pembayaran sebeesar US$6,6 miliar pada Q1-2013. Begitu juga dengan defisit APBN plus utang lebih dari Rp 2.100 triliun.

Menurutnya, meski dalam kondisi perekonomian yang dibebani oleh legacy “bom waktu” tersebut, pemerintah Jokowi-JK dinilai beruntung karena Kementerian Ekonomi banyak melakukan terobosan yang menumbuhkan optimisme.

“Menkeu sudah melakukan stimulus fiskal, tinggal tantangannya adalah masalah penyerapan. Dalam stimulus fiskal ini, tantangan pertama adalah akselerasi eksekusi pembelanjaan modal pemerintah secara cepat,’’ ujarnya.

Dia juga menilai positif langlah Menkeu Bambang Brodjonegoro yang terus mendorong upaya peningkatan daya beli masyarakat melalui program-program yang dapat langsung dirasakan seperti Dana Desa untuk membuka lapangan kerja.

Dia mengakui bahwa siklus ekonomi nasional saat ini memang sedang menurun akibat penurunan harga komoditas. Akibatnya, ekspor Indonesia menurun sehingga berimbas pada transaksi berjalan dan impor.  

“Kondisi ekonomi global memang sedang kurang menguntungkan akibat penurunan pertumbuhan ekonomi China, karena  ekonomi Amerika menguat maka ada pembalikan modal ke Amerika,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi mengibaratkan para menteri perekonomian Jokowi seperti ketiban pulung, yakni orang lain yang salah bikin kebijakan, mereka yang terkena getahnya. 

Senada dengan Andreas, Adhie mengaku Presiden Jokowi sudah tepat lebih memilih menteri dari kalangan profesional dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian keuangan defisit transaksi berjalan
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top