Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Airlines Bangkrut, PHK Massal 20.000 Karyawan

Kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MH370) dan ditembak jatuhnya MH17 di atas wilayah Ukraina, berdampak sangat besar terhadap kinerja maskapai penerbangan negeri jiran tersebut.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 03 Juni 2015  |  06:41 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014.  - reuters
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-800 tampak di landasan Kuala Lumpur International Airport di Sepang, 21 Mei 2014. - reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MH370) dan ditembak jatuhnya MH17 di atas wilayah Ukraina, berdampak sangat besar terhadap kinerja maskapai penerbangan negeri jiran tersebut.

Chief Executive Officer Malaysia Airlines yang baru, Christoph Mueller sampai mengakui bahwa maskapai yang dipimpinnya ini sudah dalam kondisi bangkrut. "Secara teknis kami telah bangkrut, penurunan kinerja dimulai jauh sebelum peristiwa tragis 2014," katanya.

"Secara teknis, kami telah bangkrut, dan penurunan kinerja dimulai jauh sebelum peristiwa tragis 2014," kata Mueller kepada wartawan, mengacu pada dua musibah besar yang mengguncang maskapai itu tahun lalu.

Mueller tidak punya pilihan lain selain melakukan langkah-langkah efisiensi diantaranya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20.000 karyawan dan menyodorkan kontrak baru kepada 14.000 di antara mereka.

Mueller mengaku langkah itu pernah dia lakukan saat menyelamatkan maskapai Aer Lingus Irlandia dan Sabena milik perusahaan Belgia. Dia mendapatkan julukan "The Terminator" karena melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran di dua perusahaan itu.

Selain itu, dia akan menjual sejumlah pesawatnya dan mengurangi banyak rute penerbangan.

Di bawah Mueller, Malaysia Airlines akan dibangun dengan citra baru untuk melepaskan stigma dari musibah 2014. Kini mereka memasang peranti yang memudahkan pelacakan pesawat mereka.

Bila langkah-langkah agresif itu berani ditempuh, maka Mueller merasa yakin pada 2018 Malaysia Airlines sudah sehat lagi.

Pada 31 Mei 2015, Perdana Menteri Najib Razak mengatakan Malaysia tetap berkomitmen untuk mencari pesawat MH370 yang menghilang tanpa jejak setahun lalu. Pencarian MH370 adalah operasi pencarian paling mahal dalam sejarah. Australia, China, dan Malaysia telah bersepakat menggandakan area pencarian jika reruntuhan tidak ditemukan di daerah sasaran saat ini.

Pada Maret 2014, MH370 hilang dalam penerbangan dengan 239 penumpang dan awak kapal di dalamnya. Empat bulan kemudian, MH17 jatuh setelah ditembak rudal di atas wilayah Ukraina. Sebanyak 298 orang penumpang di dalamnya tewas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines

Sumber : Tempo.co/Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top