5 Pulau Terluar Jadi Prioritas Perikanan Terintegrasi

Pemerintah memprioritaskan lima pulau terluar untuk dikembangkan menjadi wilayah perikanan terintegrasi sekaligus sebagai pintu gerbang maritim Indonesia.
Ihda Fadila | 02 Juni 2015 20:56 WIB
Lima pulau dijadikan sentra perikanan terintegrasi. - JIBI

Bisnis.com,JAKARTA—Pemerintah memprioritaskan lima pulau terluar untuk dikembangkan menjadi wilayah perikanan terintegrasi sekaligus sebagai pintu gerbang maritim Indonesia.

Kelima pulau itu adalah Pulau Morotai, Maluku Utara; Natuna, Riau; Tahuna, Sulawesi Utara; Saumlaki, Maluku Tenggara Barat; dan Simeulue, Aceh.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kelima wilayah tersebut akan mengintegrasikan sektor perikanan tangkap, budidaya, dan pengolahan dalam satu tempat.

“Kami akan alokasikan US$10 juta per pulau untuk bangun proyek perikanan terintegrasi antara budidaya, penangkapan, rantai dingin, kapal perikanan,” katanya beberapa waktu lalu.  

Dari dana yang dialokasikan, sebesar 60% akan digunakan untuk pembangunan yang sifatnya meningkatkan produktivitas. Dana tersebut dipastikan langsung menyasar ke stakeholder perikanan, seperti nelayan dan pembudidaya ikan.

Sementara, sisanya sebesar 40% digunakan untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Adanya prioritas pembangunan terhadap lima pulau ini, Susi mengundang para investor, termasuk asing, untuk ikut mengembangkan wilayah perikanan tersebut.

Namun, dia menegaskan wilayah perikanan tangkap dan budidaya hanya boleh diisi oleh masyarakat sekitar pulau dan investor lokal. Sementara asing hanya diperbolehkan untuk mengisi di sektor hilir.

“Asing hanya boleh buka di cold storage, market, shop, dan mereka harus kerja sama dengan partner lokal,” ujarnya.

Ke depan, Susi mengatakan akan menyasar lima hingga sepuluh pulau lainnya untuk dikenakan program yang sama.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut P. Hutagalung menegaskan kelima pulau tersebut memang menjadi prioritas pembanguan perikanan tahun ini.

“Kelima pulau itu betul. Investasi sekitar Rp 100 milair per lokasi. Ini terpadu kelautan dan perikanan,” katanya, Senin (2/6/2015).

 

Tag : perikanan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top