Nusron Wahid Ajak Kampus Perangi Human Trafficking di NTT

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengajak kampus untuk ikut berperan memrangi human trafficking yang marak terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu yang bisa dilakukan kampus adalah agar melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tematik.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 19 Mei 2015  |  11:40 WIB
Nusron Wahid Ajak Kampus Perangi Human Trafficking di NTT
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid - Antara

Bisnis.com, KUPANG - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengajak kampus untuk ikut berperan memrangi human trafficking yang marak terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu yang bisa dilakukan kampus adalah agar melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

"KKN tematik ini pun guna mengatasi calo TKI," kata Nusron Wahid saat memberikan kuliah umum kepada 1.000-an mahasiswa Universitas PGRI NTT di Aula El Tari, Kupang, seperti dikutip dalam siaran pers BNP2TKI, Selasa (19/5/2015) .

Dia mengatakan melalui KKN tematik ini, mahasiswa diturunkan ke desa untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait tenaga kerja. Tanpa itu, masalah TKI tidak bisa diatasi. Mahasiswa dilibatkan karena merupakan kaum intelek dan bisa masuk ke kalangan mana saja.

Menurut Nusron, jika ekonomi di NTT tidak berubah, berarti kaum inteleknya asyik sendiri. Padahal, kaum intelek dibutuhkan untuk berbaur dan menjadi pelopor bagi masyarakat.

Ajakan Nusron kepada kampus agar terlibat dalam upaya memerangi praktik perdagangan orang atau human trafficking karena memang hal itu masih menjadi salah satu permasalahan serius, khususnya di NTT.

Dia lalu menjelaskan total angkatan kerja (penduduk usia produktif) Indonesia kini mencapai 176 juta orang dari total 248 juta jiwa penduduk Indonesia. Sedangkan angkatan kerja baru setiap tahun mencapai 2,9 juta jiwa. Dari jumlah angkatan kerja itu, 68% adalah lulusan SD dan SMP, 6,3% diploma, dan hanya 3,8% yang sarjana.

Dari 68% angkatan kerja tamatan SD dan SMP itu, salah satu yang paling besar adalah di NTT. Artinya, belum banyak kaum intelektual dan terdidik di NTT. Makanya, di NTT sering terjadi kasus human trafficking.

Karena itu, kehadiran mahasiswa penting untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat di desa-desa. Hal itu bisa dilakukan oleh mahasiswa melalui program KKN Tematik.

Nusron menambahkan risiko dari meningkatnya pengangguran di suatu daerah adalah terjadinya migrasi ke kota. Jika migrasi ke kota sudah tidak memungkinkan, yang terjadi adalah migrasi ke luar negeri dengan menjadi TKI di Luar Negeri. "Ini yang terjadi di NTT. Banyak tenaga kerja bermasalah di luar negeri salah satu yang terbanyak berasal dari NTT," paparnya.

Pembantu Rektor II Universitas PGRI NTT David Selan ketika membuka kuliah umum itu menyampaikan apresiasi kepada Nusron Wahid karena baru pertama kali ke NTT tetapi bersedia memberikan pencerahan kepada mahasiswa PGRI melalui kuliah umum.

Kuliah umum tersebut, menurut David, bisa memberikan pemahaman baru tentang ketenagakerjaan di NTT. Dia juga berharap, kuliah umum itu bisa membuka pikiran dan pengetahuan mahasiswa agar bisa membantu mengatasi masalah TKI di NTT. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kampus, TKI, human trafficking, Nusron Wahid

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top