Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Pakak Kembangkan Cabai Lokal Organik

Para petani di Desa Pakak telah lama mengembangkan cabai lokal tanpa penggunaan pupuk pestisida. Hasilnya begitu menggiurkan bisa mencapai 20 ton per 20 hari masa panen.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  14:14 WIB
Cabai - medicaldaily.com
Cabai - medicaldaily.com

Bisnis.com, PONTIANAK -- Para petani di Desa Pakak telah lama mengembangkan cabai lokal tanpa penggunaan pupuk pestisida. Hasilnya begitu menggiurkan bisa mencapai 20 ton per 20 hari masa panen.

Seorang petani bernama Victorinus Bosio mengatakan peminat cabai dari Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang ini sangat besar. Harganya yang stabil di kisaran Rp80.000 -- Rp10.000 per kilogram membuat petani senang menanam komoditas tersebut.

"Hampir semua pasar tradisional di pasar Kota Sintang, pasokan cabai dari kampung saya," kata Bosio kepada Bisnis.

Tentu untuk mencapai hasil sebanyak 20 ton itu, tidak hanya dikerjakan sendiri oleh petani tamatan lulusan Fakultas Hukum 2013 di Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Ada sekitar 90% dari 300 kepala keluarga di Desa Pakak yang menekuni pengembangan cabai rawit oleh petani setempat disebut cabai cakra itu.

Masing-masing KK minimal memiliki 1/4 hektare atau 25x50 meter persegi lahan untuk ditanami cabai.

Bosio mengatakan teknik penanaman pun tidak lazim seperti cara menanam sayuran pada umumnya yang menggunakan pebedengan atau petak.

"Cabai ini tidak sulit untuk dibudi dayakan. Cabai ini bisa hidup di antara bebatuan," ujarnya.

Hanya saja, setelah 10 tahun memulai budi daya ini para petani masih minim pembinaan dari instansi terkait seperti pemasaran, kemasan, dan pengelolaan pasca tanam.

Tak hanya, menanam cabai, para petani juga tertarik menanam sayur-sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, dan kacang.

"Setiap akhir pekan, kampung kami ramai didatangi penduduk dari kampung lain. Kami senang, ada pasar dadakan menjual beraneka macam sembako, pakaian dan kebutuhan sehari."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cabai
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top