Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Gagalkan Said Didu Jadi Dirjen Minerba?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu menempati ranking pertama dalam seleksi jabatan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 07 Mei 2015  |  13:45 WIB
Jokowi Gagalkan Said Didu Jadi Dirjen Minerba?
Said Didu - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu menempati ranking pertama dalam seleksi jabatan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara.

Namun, Said Didu gagal menjadi Dirjen Minerba karena keputusan Tim Penilai Akhir dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Pak Said Didu bilang bukan mencari pekerjaan, jadi akan tetap membantu kami,” kata Sudirman saat pelantikan Eselon I dan II di kantornya, Kamis, 7 Mei 2015.

Dia menuturkan di lingkungan Kementerian ESDM banyak sekali orang yang posisinya seperti Said Didu. Dia mengatakan sangat menghargai keinginan semua pihak untuk membantunya mengelola energi dan sumber daya mineral.

Pada pelantikan pagi ini, Sudirman melantik Bambang Gatot Ariyono menjadi Dirjen Minerba menggantikan Sukhyar yang pensiun pada 1 Mei. Bambang Gatot Ariyono sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Menteri ESDM.

Dalam sambutannya, dia berterima kasih pada Sukhyar yang telah merintis penyederhanaan dalam pengeloaan minerba. “Kami akan lanjutkan prosesnya,” kata dia.

Dia mengatakan agar kementeriannya maju seluruh pejabatnya harus berani melakukan inovasi dan disiplin. "Harus berani lakukan terobosan, jangan takut dikriminalisasi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm dirjen minerba

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top