Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SERTIFIKASI PELAUT: KPI Sarankan Sekolah Pelaut Swasta Agar Merger

Kesatuan Pelaut Indonesia menyarankan merger bagi sekolah pelaut swasta yang belum diakui oleh International Maritime Organization agar dapat mengikuti Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping Amandemen Manila 2010.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 Mei 2015  |  22:34 WIB
SERTIFIKASI PELAUT: KPI Sarankan Sekolah Pelaut Swasta Agar Merger
Kesatuan Pelaut Indonesia menyarankan merger bagi sekolah pelaut swasta yang belum diakui oleh International Maritime Organization. Foto ilustrasi kapal laut. -

Bisnis.com, JAKARTA—Kesatuan Pelaut Indonesia menyarankan merger bagi sekolah pelaut swasta yang belum diakui oleh International Maritime Organization agar dapat mengikuti Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping Amandemen Manila 2010.

Presiden Eksekutif Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi menilai banyak sekolah swasta yang belum menyesuaikan dengan standar IMO sehingga lebih baik mereka melakukan merger.

“Persyaratan ini sangat sulit dicapai swasta sehingga lebih baik mereka merger buat sekolah bersema dan meminta penguji dari Kemenhub,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (5/4).

Hanafi menilai bila hal tersebut tidak dilakukan maka ditakutkan banyak pelaut Indonesia yang bersekolah di luar negeri lain karena di sana lebih mudah mendapatkan sertiifkat.

Sebenarnya, ungkap Hanafi, kendala terbesar bagi sekolah swasta untuk melakukan proses standarisasi pelaut yang diterima secara internasional adalah kurangnya sarana dan prasarana seperti alat simulator.

Selain itu, kurangnya produk yang ditawarkan bagi peserta didik atau calon pelaut dari sekolah swasta ini yang dirasa belum siap dalam menghadapi sertifikasi inet

Dengan adanya tuntutan standar pelaut yang ditetapkan IMO, pelaut dunia termasuk dari Indonesia harus mengikuti syarat dan ketentuan dalam STCW Amandemen Manila 2010.

Per 1 Januari 2017 sertifikat kompetensi (COC) ataupun sertifikat keterampilan (COP) yang belum di-update mengikuti standar STCW Amandemen Manila 2010 diangap tidak berlaku, sehingga para pelaut tersebut tidak akan bisa berlayar.

Para pelaut bisa melakukan updating kompetensinya sesuai standar STCW paling tidak sampai tanggal 31 Desember 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelaut sertifikasi
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top