Railink Siap Garap Kereta Bandara Kulonprogo

Setelah sukses dengan Kereta Bandara Kuala Namu dan memulai proyek Kereta Bandara Soekarno-Hatta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah bersiap dengan proyek Kereta Bandara Kulonprogo
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 April 2015  |  17:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah sukses dengan Kereta Bandara Kuala Namu dan memulai proyek Kereta Bandara Soekarno-Hatta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah bersiap dengan proyek Kereta Bandara Kulonprogo.

Direktur Utama PT Railink Indonesia, Heru Kuswanto, menyatakan ketertarikan perusahaan untuk mengelola KA Bandara Kulonprogo ini yang nantinya akan mengunakan double track eksisting.

“Model bandaranya seperti Ngurah Rai dipinggir pantai. Pola [bandara] sekarang seperti itu, Kualanamu pinggir pantai juga. Saya enggak ngerti alasan teknisnya, mungkin lebih aman, seperti itu juga Kulonprogo. Yang pasti kita tertarik,” ujarnya.

Dia mengambarkan, Kereta Bandara Kulonprogo ini akan mengambil jalur rel kereta eksisting yang tersambung dari Cilacap, Jawa Tengah, hingga ke Solo yang berada di bagian timur.

Menurut Heru, Railink akan menyasar pasar Solo, Jogja dan Purwokerto dan Cilacap.

“Seperti kebijakan Pak Jonan setiap bandara baru dan pelabuhan harus ada akses kereta api. Saya pikir ini bagus,” katanya, Senin (20/4).

Head Corporate Communication AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan proyek KA Bandara Kulonprogo harus diperdalam lagi karena harus sesuai dengan desain dari proyek bandara tersebut.

“Desain harus dimatangkan. Kami mencari apa yang dibutuhkan Railink dan apa yang dibutuhkan AP I,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/4).

Berdasarkan data Bisnis, pembangunan Bandara Kulonprogo masih dalam tahap pembebasan lahan dan telah disiapkan dana Rp900 miliar untuk itu.

Proyek ini ditarget mulai pemasangan tiang pancang atau groundbreaking pada Mei 2015.

Konstruksi Bandara Kulonprogo diperkirakan memakan waktu 3 tahun. AP 1 memerkirakan dana investasi yang dibutuhkan mencapai Rp7,5 triliun dan dapat terus bertambah seiring dengan pengembangan konsep airport city.

Menanggapi proyek ini, Handy mengatakan pihaknya saat ini baru mendapatkan izin pengunaan lokasi (IPL).

Namun dia menjelaskan mengenai groundbreaking Bandara Kulonprogo akan tetap dilakukan sambil menunggu izin pembangunan fisik.

“Terkait dengan pengerjaan proyek AP I siap dan serius membangun Bandara Kulonprogo,” tegasnya.

Kapasitas Bandara Kulonprogo didesain dapat menampung 50 juta penumpang setiap tahun.

Bandara Adi Sutjipto saat ini melayani 3,5 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas hanya mencapai 1,5 juta penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara kulonprogo, railink

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top