SEMEN INDONESIA: Potensi Penghematan dari Inovasi Capai Rp3,35 Triliun

PT Semen Indonesia Tbk memperkirakan potensi penghematan anggaran dari inovasi yang dilakukan karyawan perusahaan tersebut mencapai Rp3,35 Triliun dalam lima tahun.
Heri Faisal | 17 Maret 2015 19:05 WIB
Suparni, Direktur Utama PT Semen Indonesia - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, PADANG — PT Semen Indonesia Tbk memperkirakan potensi penghematan anggaran dari inovasi yang dilakukan karyawan perusahaan tersebut mencapai Rp3,35 Triliun dalam lima tahun.

Suparni, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk mengatakan sepanjang 2014 terdapat 234 proposal inovasi yang diajukan dari empat perusahaan di bawah holding Semen Indonesia, yakni PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement dengan potensi penghematan Rp777 miliar.

“Potensi penghematan dari inovasi yang dibuat melalui 234 proposal inovasi tahun ini mencapai Rp777 miliar,” katanya, dalam Semen Indonesia Award on Innovation (SMI-AI) di Padang, Selasa (17/3/2015).

Dia mengungkapkan semangat karyawan dalam mengikuti kompetisi inovasi yang rutin digelar perusahaan sejak 2009 terus meningkat. Terbukti, pada 2009 proposal inovasi hanya 111 buah dengan potensi penghematan Rp295 miliar.

Lalu, meningkat menjadi 123 proposal pada 2010 dengan penghematan Rp357 miliar, hingga mencapai 234 proposal dengan potensi hemat Rp777 miliar tahun ini. Artinya terjadi peningkatan pertumbuhan 110,8% dari 2009.

“Jika diakumulasikan sejak 2009, potensi biaya penghematan yang mencapai Rp3,35 triliun sama dengan biaya membangun sebuah pabrik berkapasitas 2,5 jta ton,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan strategi untuk menekan beban biaya operasional yang kian membengkak. Sehingga, kinerja dan profitabilitas perseroan semakin tumbuh.

Dia menyebutkan, selain untuk efisiensi, penerapan inovasi dalam industri itu diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas produk dan penemuan produk baru yang memiliki nilai tambah untuk kemudian diterapkan dalam produksi.

Sementara itu, untuk SMI-AI tahun ini Semen Indonesia menetapkan empat kategori a.l bahan baku produksi, teknologi dan proses produksi, manajemen dan kategori anak perusahaan dan afiliasi.

Penilaian, imbuhnya, dilakukan dewan juri dari para pakar teknologi semen dan praktisi inovasi, yaitu Tantowi Ismail, Ahli Teknik dan Teknologi Semen, Ahli Teknologi Semen dan Beton Prihadi Setyo Darmanto, dan Ahli Manajemen Strategi Suprayitno.

Dia mengungkapkan perseroan tengah mengembangkan aplikasi sistem manajemen inovasi (innovation management system (IMS) yang menjadi basis data di lingkungan Semen Indonesia (SMI).

SMI, katanya, telah membentuk Dewan Inovasi (Innovation Council) untuk mengimplementasikan manajemen inovasi semen Indonesia (MISI) dengan member stimulus, mendorong, mengawasi, dan mengurus paten atas inovasi di lingkungan perusahaan.

“Ke depan, inovasi tidak hanya menghasilkan penghematan operasional. Tetapi berpeluang menjadi sumber pendapatan perusahaan atas lisensi penggunaan hak cipta oleh pihak lain,” katanya.

 

 

Tag : semen indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top