Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kongres Takkan Biarkan AS Shutdown Lagi

Kongres AS meyakini bahwa penundaan pembahasan tentang kenaikan batas atas utang pemerintah (debt ceiling) takkan berakhir pada penghentian operasional (shut down) atau default, meski batas atas itu akan terlampaui pada 16 Maret.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 09 Maret 2015  |  20:38 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON -- Kongres AS meyakini bahwa penundaan pembahasan tentang kenaikan batas atas utang pemerintah (debt ceiling) takkan berakhir pada penghentian operasional (shut down) atau default, meski batas atas itu akan terlampaui pada 16 Maret.

Batas atas utang akan dibahas dalam beberapa bulan ke depan, kata Ketua Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell, seperti dikuti dari Bloomberg, Senin (9/3/2015).

Dia menambahkan, sambil menunggu kesepakatan terkait batas atas utang tersebut pemerintah sudah mempunyai strategi untuk mendanai kegiatan pemerintah.

Debt ceiling adalah mekanisme legislatif untuk mengendalikan jumlah utang nasional yang bisa digelontorkan oleh Departemen Perbendaharaan untuk membiayai program pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Jacob J. Lew mengharap anggota Kongres membahas masalah tersebut secepat mungkin.

Dia juga mengumumkan pihaknya akan menunda penjualan surat-surat berharga pemerintah pusat dan pemerintah daerah (State and Local GovernmentSeries of Non-marketable Securities/SLGS) hingga 13 Maret.

Hal itu adalah langkah pertama yang mungkin dilakukan untuk mendanai pemerintahan tanpa harus melanggar batas utang.

Pemerintah Negeri Paman Sam bahkan bisa jadi tak perlu menaikkan batas utang hingga Oktober atau November 2015 mengingat ada potensi dana dari pajak penghasilan.

Saat ini pemerintah juga berupaya menggenjot pajak terutama pajak perusahaan AS berskala multinasional yang memproduksi barangnya di berbagai negara.

Di samping itu Departemen Perbendaharaan AS memiliki metode tertentu untuk mencegah kemungkinan default.

Lew juga menginginkan pembahasan perihal utang tersebut takkan disertai perdebatan sengit antara pemerintah dan kongres yang kini dikuasai Partai Republik.

Saat ini pun hubungan badan legislatif dan eksekutif AS sedang memanas terkait dana bagi Departemen Keamanan Negara (Department of Homeland Security).

Sejak 2011 Presiden Barack Obama dan Kongres AS terlibat perdebatan panjang tentang batasan utang pemerintah.

Bahkan, pada Oktober 2013 pemerintah AS terpaksa menghentikan sebagian operasional pemerintah selama setengah bulan.

Sekitar 800.000 pegawai pemerintahan diberhentikan sementara.

Namun, Connell berjanji dirinya takkan membiarkan penghentian operasional itu terulang.

Kongres, katanya, akan membahas persoalan tersebut pada waktu yang tepat.

Sementara itu, per awal Maret tahun ini data pemerintah menunjukkan utang pemerintah mencapai US$13,08 miliar atau sekitar 74% dari total produk domestik bruto (PDB) kuartal IV/2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as utang as
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top