Kamar Dagang Jepang: Indonesia Sangat Menjanjikan

Menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Kamar Dagang dan Industri Jepang memandang Indonesia sebagai negara yang potensial untuk dijadikan basis produksi.
Ana Noviani | 02 Februari 2015 14:24 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Kamar Dagang dan Industri Jepang memandang Indonesia sebagai negara yang potensial untuk dijadikan basis produksi.

Ketua Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) Akio Mimura menuturkan diskusi dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berjalan dengan sangat memuaskan. Selama ini hubungan pengusaha Indonesia dan Jepang berjalan dengan baik.

Bagi investor Jepang, Indonesia merupakan mitra yang potensial. Oleh karena itu, Kamar Dagang Jepang memilih Indonesia sebagai tujuan pertama dalam mengirimkan delegasi ekonomi.

"Menjelang MEA, kami memposisikan Indonesia sebagai salah satu tempat yang sangat menjanjikan sebagai basis produksi supply chain," kata Mimura di Kantor Wapres, Senin (2/2).

Daya tarik Indonesia, imbuhnya, terletak pada jumlah penduduk yang mencapai 250 juta orang dan bertumbuhnya kelas menengah dengan pendapatan per kapita US$3.500.

Selain berdiskusi dengan Wapres, delegasi Kamar Dagang Jepang juga akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan lima menteri dari Kabinet Kerja. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Kamar Dagang Jepang terdiri dari 80 pengusaha asal negeri Sakura tersebut. Delegasi tersebut mewakili sekitar 1,25 juta pengusaha Jepang.

Berdasarkan data BKPM, pada 2014 investasi langsung Jepang di Indonesia mencapai US$2,7 miliar. Jumlah tersebut digulirkan untuk 1.010 proyek. Jepang merupakan negara kedua yang foreign direct investment-nya paling banyak di Indonesia setelah Singapura dengan total nilai US$5,83 miliar pada tahun lalu.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menuturkan seluruh kerjasama yang terangkum dalam skema IJEPA harus didiskusikan kembali. Kerangka IJEPA, kata Gobel, harus didorong untuk mengembangkan industri bernilai tambah di Indonesia.

"Oleh karena itu IJEPA harus kita diskusikan kembali semuanya, untuk memberikan kepastian dalam mereka berbisnis di Indonesia," katanya.

Investor Jepang diharapkan tidak hanya membangun industri perakitan di Indonesia, tetapi juga membangun industri komponen.

"Ini akan kita undang supporting industrinya, sekarang kan dia tier 1 sudah, tinggal tier 2 dan tier 3," imbuh Gobel.

Indonesia juga akan mengundang industri kecil menengah (IKM) Jepang untuk menjajaki potensi investasi di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong transfer teknologi, a.l. di bidang pangan dan otomotif.

"Sekarang bagaimana itu kita dorong supaya ini bisa berjalan dan kita kawinkan dengan IKM kita," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mea 2015, Kamar Dagang Jepang

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top