Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

APBN-P 2015: Pertumbuhan Ekonomi Sementara Disepakati 5,7%

Komisi XI DPR dan pemerintah menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi 5,7% tahun ini setelah melalui lobi sengit di sela rapat pembahasan RAPBN Perubahan 2015.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  12:23 WIB
Asumsi pertumbuhan ekonomi 2015 dipatok 5,7%  - ilustrasi
Asumsi pertumbuhan ekonomi 2015 dipatok 5,7% - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Komisi XI DPR dan pemerintah menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi 5,7% tahun ini setelah melalui lobi sengit di sela rapat pembahasan RAPBN Perubahan 2015.

Sebagian besar fraksi di DPR, termasuk pendukung pemerintah F-PDIP, tetap menginginkan pertumbuhan 5,8% sesuai usulan awal pemerintah. Pemerintah belakangan menurunkan target menjadi 5,6% dengan pertimbangan beberapa lembaga internasional telah memangkas proyeksi pertumbuhan.

Namun, legislatif dan eksekutif akhirnya mengambil jalan tengah dengan mematok pertumbuhan 5,7%.

"Perdebatan tidak hanya masalah akademik, tapi juga politis," kata Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad seusai lobi, Senin (26/1/2015) malam.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan pemerintah akan berupaya mencapai target 5,7%. Menurutnya, ada tambahan dorongan 0,1% terhadap pertumbuhan dari stimulus moneter (quantitative easing) bank sentral Eropa (ECB).

"Meskipun kita tidah boleh terlalu berharap. Ketika diluncurkan 2008, (dampak) QE AS ada time lag 1-2 tahun. Waktu itu juga China sedang tinggi-tingginya, masih dua digit, sehingga ekonomi dunia booming. Sekarang ekonomi China sedang tidak bagus. Ada perkiraan 2015 di bawah 7%," kata Bambang.

Untuk mencapai 5,7%, lanjutnya, pemerintah akan mengandalkan belanja APBN untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, asumsi inflasi disepakati 5%, suku bunga surat perbendaharaan negara (SPN) 3 bulan 6,2%, dan nilai tukar rupiah Rp12.500 per dolar AS. Adapun asumsi lifting minyak dan gas serta harga minyak (Indonesia crude price) masih dibahas dengan Komisi VII.

Seluruh asumsi makroekonomi ini akan dibahas kembali di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi asumsi makroekonomi apbn-p 2015
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top