Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naikkan Okupansi, Pengelola Mal Harus Cerdas

Meskipun dihadapkan dengan kenaikan biaya pelayanan (service charge) dan tarif dasar listrik (TDL), okupansi di pusat perbelanjaan cenderung mengalami kenaikan pada tahun ini.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 24 Januari 2015  |  13:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Meskipun dihadapkan dengan kenaikan biaya pelayanan (service charge) dan tarif dasar listrik (TDL), okupansi di pusat perbelanjaan cenderung mengalami kenaikan pada tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa mengatakan okupansi di pusat perbelanjaan di beberapa kota memang mengalami perlambatan pada tahun lalu tetapi masih tetap tumbuh.

“Biasanya, okupansi mal per tahun tumbuh sekitar 15%. Pengecualian terjadi pada tahun lalu yang tumbuh hanya 10%. Masih tetap tumbuh tetapi melambat,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Dia menjelaskan, pertumbuhan okupansi 15% akan mulai terjadi lagi pada tahun ini. Pasalnya, suplai ruang ritel pada tahun ini sangat terbatas sehingga permintaan peritel  untuk menyewa semakin tinggi.

“Bahkan, tahun ini okupansi bisa mencapai 99% dari rata-rata okupansi tahun lalu 87%,” imbuhnya.

Lagipula, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Direktur  Senayan City tersebut, kenaikan biaya pelayanan dari pengelola mal kepada peritel akan dibarengi dengan pelayanan yang baik pula.

Dia mengatakan pengelola mal kian cerdas dengan membuat berbagai promosi menarik setiap bulan baik dalam bentuk program musik, undian berhadiah maupun penyelenggaraan acara fesyen.

Promosi tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan per hari. Dengan kunjungan  tersebut, otomatis akan menguntungkan peritel penyewa.

Kenaikan biaya pelayanan dan tarif listrik per bulan tidak dapat dihindari karena berkaitan dengan tiga hal yaitu inflasi, kenaikan harga minyak dunia dan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Maka dari itu, pengelola mal harus bekerja ekstra untuk meningkatkan pelayanan sehingga tidak ditinggalkan olet peritel penyewa.

Meskipun demikian, mal dengan service charge mahal yaitu mal yang dilengkapi dengan satpam di setiap elevator dan satpam pembuka pintu mobil merupakan mal dengan tingkat okupansi yang sangat tinggi

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal okupansi
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top