Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Galangan Kapal, Investor Siap Tanam Rp13,5 Triliun di Jateng

Investor galangan kapal tahun ini melirik Jawa Tengah sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri kemaritiman dengan investasi senilai Rp13,5 triliun.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  18:18 WIB
Industri Galangan Kapal - Jibi
Industri Galangan Kapal - Jibi

Bisnis.com, SEMARANG - Investor galangan kapal tahun ini melirik Jawa Tengah sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri kemaritiman dengan investasi senilai Rp13,5 triliun.

Kepala Bidang Promosi Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Primasto Ardi Martono memaparkan ketertarikan investor dalam industri galangan kapal seiring dengan dukungan pemerintah yang ingin fokus mengembangkan sektor kemaritiman.

Data investasi yang tercatat di BPMD yakni ada satu perusahaan nasional akan membangun dua perusahaan pembuatan kapal masing-masing di Kota Semarang senilai Rp8,5 triliun dan Kabupaten Kendal dengan investasi senilai Rp5 triliun.

“Kami berharap investasi itu dapat terealisasi tahun ini. Itu satu perusahaan tapi lokasi pembangunan industri ada dua tempat,” papar Primasto kepada Bisnis, Jumat (23/1).

Dia mengakui ketertarikan investor untuk membangun industri galangan kapal karena wilayah ini berdekatan dengan laut atau yang disebut pantai utara. Pihaknya menyakini sejumlah investor telah melakukan survei terlebih dulu untuk membangun industri ini yang menelan dana cukup banyak.

“Ada juga mereka yang mendapat informasi dari investor sebelumnya. Informasi itu bisa dari mulut ke mulut,” ujarnya.
Kepala BPMD Jateng Yuni Astuti menambahkan kendala yang dihadapi untuk pengembangan investasi di wilayahnya adalah infrastruktur. Kendati demikian, pihaknya optimistis persoalan itu akan beres pada tahun ini.

Yuni mengakui anggaran yang dikeluarkan Pemprov Jateng untuk perbaikan infrastruktur lebih kecil dibandingkan dengan nilai investasi yang masuk ke wilayah ini.

Saat ini, anggaran infrastruktur di Jateng yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jateng pada 2015 senilai Rp2,1 triliun.

Data rekapitulasi izin prinsip perusahaan penyertaan modal asing (PMA) dan penyertaan modal dalam negeri (PMDN) di Jateng sampai Triwulan III/2014, sebagai berikut. Jumlah investor PMA sebanyak 72 dengan 104 proyek. Adapun nilai investasi Rp1,08 triliun dan US$157 juta. Serapan tenaga kerja dari PMA mencapai 36.388 orang.

Sementara jumlah investor PMDN yakni 34 dengan 49 proyek. Adapun nilai investasi dari PMDN yakni Rp20,7 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 28.916 orang.
 
“Dana pembangunan infrastruktur memang besarannya relatif kecil. Namun fungsi pemerintah sebagai pendorong agar permasalahan itu bisa diselesai. Jangan dilihat dari nilai,” paparnya.

Yuni mengatakan pencanangan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) akan memudahkan investor dalam membangun perusahaan di masing-masing daerah, terutama di Jateng. Kendati demikian perizinan penanaman modal asing (PMA) masih tersentral di pemerintah pusat. Adapun penanaman modal dalam negeri (PMDN) bisa dilakukan di BPMD Jateng.

Saat ini perusahaan-perusahaan yang tertarik berinvestasi di Jateng masih didominasi oleh industri tekstil dan garmen, furnitur, serta indusrtri elektronik.

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jateng Tony Winarno mendesak kepada Pemprov Jateng untuk fokus membenahi infrastruktur pada tahun ini.

Dampak terbesar atas rusaknya infrastruktur, kata dia, sangat dirasakan oleh pengusaha jasa pengiriman logistik dan pengusaha angkutan umum.

“Jalan raya, perluasan bandara dan pelabuhan harus menjadi perhatian utama. Ini sangat penting untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di wilayah ini,” paparnya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan investasi di Jateng akan bertumbuh jika ada pembenahan infrastruktur dan layanan kemudahan perizinan bagi investor baru.

Dia mengakui upah pekerja di wilayahnya masih lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

galangan kapal
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top