Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarif KA Barang Naik: Asosiasi Logistik Keberatan. Ini Alasannya

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita menilai seharusnya tarif Kalog tidak dinaikkan.
Fitri Rachmawati
Fitri Rachmawati - Bisnis.com 01 Desember 2014  |  09:41 WIB
Ilustrasi - kalopalembang.blogspot.com
Ilustrasi - kalopalembang.blogspot.com

Bisnis.com, JAKARTA --Kebijakan penaikan harga kereta api barang mendapat respons negatif dari kalangan asosiasi.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Masita menilai seharusnya tarif Kalog tidak dinaikkan tetapi kapasitas kereta api yang diperbesar dan di tambah.

Dengan begitu, volume barang yang diangkut semakin banyak.

“Kita berharap perusahaan logistik kereta api lainnya selain Kalog tidak menaikkan tarif,” tuturnya, Senin (1/12/2014).

Selain itu, pihaknya berharap PT KAI lebih transparan dalam menentukan perusahaan logistik yang mengelola kereta api di stasiun-stasiun utama PT KAI supaya tidak di monopoli Kalog.

Menurutnya dengan penaikan tarif Kalog tersebut akan berdampak tehadap moda trucking menjadi moda pilihan utama kembali walaupun tarif trucking naik sekitar 25% sampai 30%. Kecuali jika terjadi amblas atau rusaknya Jembatan Comal.

“Dengan begitu pergeseran kembali ke truk akan mulai kembali karena kereta api menaikkan tarif lagi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PT Kalog
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top