Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini yang Membuat Lion Air Kepincut A320neo

Sejumlah kelebihan pesawat A320neo yang membuat banyak dilirik maskapai penerbangan dunia
Y. Bayu Widagdo
Y. Bayu Widagdo - Bisnis.com 12 November 2014  |  10:55 WIB
Pesawat A320neo di fasilitas perakitan Airbus Toulouse, Perancis - Airbus/F. Lancelot
Pesawat A320neo di fasilitas perakitan Airbus Toulouse, Perancis - Airbus/F. Lancelot

TOULOUSE, Bisnis.com--Maskapai penerbangan nasional Lion Air hari ini dijadwalkan menerima pesawat baru A320neo (new engine option) dari pabrikannya Airbus.

Penyerahan perdana unit pesawat baru ini merupakan bagian dari pesanan Lion Air sebanyak 234 unit, yang terdiri dari 60 unit A320, 109 unit A320neo (new engine option) dan 65 unit A321neo dengan total nilai kontrak US$24 miliar.

Armada pesawat tersebut direncanakan akan dioperasikan anak usaha Lion Group yang bergerak dalam segmen penerbangan premium, Batik Air. Pada 2014 ini, Batik Air dijadwalkan akan menerima enam pesawat A320neo dan akan dikonfigurasi dalam dua kelas dengan total kapasitas 156 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi.

Serial pesawat A320neo merupakan andalan baru Airbus dalam bersaing dengan pabrikan Amerika Serikat, Boeing, untuk menjadi kuda tunggangan maskapai penerbangan dunia.

Untuk menarik hati industri penerbangan, Airbus mengemas A320neo sebagai pesawat yang sangat efisien. Tentu, dengan klaim sebagai pesawat efisien maka maskapai bisa mengeruk untung lebih cepat dan lebih banyak ketimbang menggunakan pesawat yang tidak efisien.

Lewat penggunaan mesin pacu turbo fan tipe baru PurePower PW1100G-JM yang dipasok oleh Pratt & Whitney sert LEAP-1A dari CFM International, pesawat A320neo diklaim mampu mengurangi penggunaan avtur hingga 20%. Ini sebanding dengan pengiritan 2 juta liter avtur per tahun.

Pengurangan penggunaan avtur setara 2 juta liter per tahun jelas sangat berarti bagi maskapai penerbangan. Hal ini mengingat bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar bagi industri itu, terlebih bila nilai tukar dolar berfluktuasi. Apalagi bila armada pesawat yang dioperasikan mencapai ratusan unit, seperti halnya Lion Group.

Selain penggunaan mesin baru, efisiensi bahan bakar juga dicapai dengan desain pesawat yang lebih aerodinamis dengan dipasangnya sirip besar di ujung sayap, yang disebut Sharklet. Di sisi lain, penataan desain interior dengan menggunakan kursi yang lebih ramping juga menambah efisiensi penggunaan ruang kabin pesawat tersebut.

Selain ramah urusan penggunaan bahan bakar, mesin baru A320neo juga diklaim ramah lingkungan karena menghasilkan gas karbon monoksida (CO) lebih sedikit ketimbang mesin pesawat yang ada saat ini serta tingkat kebisingan yang dihasilkan pun lebih rendah 15 decibel (dB) ketimbang ketentuan yang dipersyaratkan.

Tidak heran bila karena sejumlah faktor maka banyak maskapai penerbangan melirik pesawat baru besutan Airbus tersebut. Hingga kini konsorsium pabrikan pesawat Eropa itu telah menerima 3.272 order pesawat keluarga A320neo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus lion air maskapai penerbangan airbus a320
Editor : Y. Bayu Widagdo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top