Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenpera Jamin Pembahasan RUU Tapera Dilanjutkan

Kementerian Perumahan Rakyat meyakinkan pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat tetap akan dilanjutkan oleh anggota DPR periode mendatang.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 08 Oktober 2014  |  18:45 WIB
Kemenpera Jamin Pembahasan RUU Tapera Dilanjutkan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perumahan Rakyat meyakinkan pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat tetap akan dilanjutkan oleh anggota DPR periode mendatang.

"Pasalnya, RUU tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung tersediannya dana murah jangka panjang untuk sektor perumahan di masa yang akan datang," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo dalam rilis, Rabu (8/10/2014).

Dia memaparkan pembahasan RUU Tapera yang masih menggantung terkait belum disepakatinya besaran jumlah iuran yang harus dibayar oleh masyarakat maupun pemerintah, serta pemberi kerja khususnya di sektor swasta.

Besaran iuran itu sangat penting, tambahnya, mengingat nantinya akan menjadi dasar hitungan dari kisaran dana yang terkumpul untuk pembangunan rumah rakyat.

Adanya RUU Tapera akan sangat membantu karena pemerintah selama ini kesulitan mengalokasikan dana APBN untuk sektor perumahan.

Padahal, imbuhnya, jumlah dana yang dibutuhkann untuk memenuhi urusan perumahan rakyat sangat besar.

Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, jumlah iuran sebesar 3% dari pekerja dan pemberi kerja, dapat dikumpulkan dana hingga Rp71 triliun pertahun.

Dengan begitu, dalam kurun waktu 20 tahun pemerintah dapat mengelola dana hingga Rp1.400 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenpera ruu tapera
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top