Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tengkulak Mainkan Harga Garam, Petambak Merugi

Petambak garam di Kabupaten Cirebon Jawa Barat keluhkan merosotnya harga garam yang diduga karena ulah tengkulak yang sengaja mempermainkan harga garam di tingkat petani.
Adi Ginanjar Maulana, Maman Abdurahman
Adi Ginanjar Maulana, Maman Abdurahman - Bisnis.com 06 Oktober 2014  |  15:06 WIB
Tengkulak Mainkan Harga Garam, Petambak Merugi
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG—Petambak garam di Kabupaten Cirebon Jawa Barat keluhkan merosotnya harga garam yang diduga karena ulah tengkulak yang sengaja mempermainkan harga garam di tingkat petani.

Harga garam di tingkat petani wilayah pesisir Jawa Barat yakni Cirebon dan Indramayu pada Agustus 2014 lalu berada di kisaran Rp600/kg dan memasukki Oktober 2014 harganya hanya Rp250/kg.

Ketua Ikatan Petani Garam Indonesia Kabupaten Cirebon Mohch Insyaf Supriadi mengatakan berdasarkan HPP yang telah ditetapkan pemerintah untuk harga garam kualitas I Rp750/kg, kualitas II Rp550/kg dan kualitas III Rp450/kg.

Dia menuturkan permainan tengkulak biasanya menjustifikasi garam milik petani tidak masuk pada kualitas yang telah ditetapkan pemerintah sehingga harganya cendrung jatuh bahkan pada level yang paling rendah.

“Harga garam kualitas III saja Rp450/kg sedangkan saat ini tengkulak menghargai garam milik petani hanya Rp250/kg saja,” katanya, Senin (6/10).

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah harus lebih memperhatikan harga dasar garam sehingga petambak tidak terus merugi.

"Kami minta pemerintah perhatikan petambak garam, jangan hanya menggulirkan bantuan yang kurang tepat sasaran," ujarnya.

Ketua Asosiasi Petambak Garam Indonesia (Apgasi) Jawa Barat M. Taufik mengungkapkan anjoknya harga garam diduga hanya untuk petambak garam yang berada di wilayah Cirebon bagian Timur karena untuk tambak garam di wilayah Cirebon Utara dan Indramayu harganya masih bagus.

“Garam super [putih] di Cirebon Utara masih Rp400/kg sedangkan garam biasa harganya di kisaran Rp320-Rp350/kg,” ujarnya.

Secara terpisah, Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia Jawa Barat mengatakan Indonesia masih membutuhkan impor garam bagi industri.

Ketua APGI Jabar Cucu Sutara mengatakan kondisi ini harus dilakukan mengingat  kualitas mutu garam produksi dalam negeri masih rendah karena NaCl yang kurang dari 95%.

“Sebenarnya kami tidak mau terus mengimpor garam untuk kebutuhan industri karena ini cukup merugikan para petambak,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani garam harga garam
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top