Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Pacu Keberlanjutan Industri Kakao

Sebagai negara yang berperan penting dalam menyediakan pasokan kakao dunia, Indonesia berperan aktif dalam forum–forum yang bersifat domestik dan internasional.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 18 Mei 2014  |  14:29 WIB
Panen kakao. Pemerintah pacu kelanjutan industri tersebut - Bisnis
Panen kakao. Pemerintah pacu kelanjutan industri tersebut - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA --Sebagai negara yang berperan penting dalam menyediakan pasokan kakao dunia, Indonesia berperan aktif dalam forum–forum yang bersifat domestik dan internasional.

Salah satu kegiatan rutin yang diikuti selama ini adalah Konferensi Kakao Internasional. Konferensi Kakao Internasional telah diselenggarakan untuk ke-6 kalinya dan pada tahun ini berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Tujuan dari konferensi kali ini ialah memberdayakan para petani kecil dalam mendukung keberlanjutan industri kakao.

 “Pemerintah Indonesia sebagai pemain terkemuka di industri kakao global dan telah mampu menempatkan diri untuk memprioritaskan dan fokus terhadap aspek keberlanjutan industri sejalan dengan kesejahteraan petani kakao,” ujar Mendag Muhammad Lutfi, Minggu (19/5/2015)

Tugas utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani kakao, kata Lutfi, adalah mendukung peningkatan produktivitas para petani melalui peningkatan praktik pertanian kakao secara berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan pendapatan nasional melalui sisi ekspor, salah satunya dengan meningkatkan kehadiran kakao Indonesia di pasar internasional.

Indonesia tidak hanya mengekspor biji kakao guna membantu pemenuhan kebutuhan global, tapi juga mendorong ekspor produk olahan yang masih memiliki potensi luar biasa di pasar global, terutama produk-produk kakao seperti biji kopi yang difermentasi (fermented beans),

Coklat bubuk (cocoa powder), dan minuman keras (liquors).

“Sebagai produsen kakao terbesar kedua di dunia, Indonesia telah sangat berhasil menerapkan kebijakan perdagangan yang tidak hanya dapat meningkatkan produksi biji kakao, tetapi juga meningkatkan ekspor kakao olahan dibandingkan dengan biji kakao,” tambah Lutfi.

Kebijakan perdagangan, terutama aturan pajak ekspor yang sangat kondusif telah memberikan insentif bagi para petani dan produsen kakao untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas berdasarkan praktik terbaik internasional, serta menarik investor global dalam 3-5 tahun terakhir.

Hasilnya, industri kakao Indonesia merupakan salah satu sektor yang dapat dibanggakan karena telah berhasil mempromosikan ekspor bernilai tinggi dan menyeimbangkan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Dengan pasar bebas Asean  yang sebentar lagi akan berlaku, saya percaya bahwa investasi para produsen cokelat global pada industri kakao Indonesia yang akan menjadikan Indonesia sebagai poros produksi di Asia Tenggara hanya soal waktu,” kata Mendag.

Dia menambahkan permintaan komoditas kakao di dunia sangat tinggi, tapi saat ini hanya terdapat lima pemain besar industri kakao dunia.

“Untuk itu, mari kita pastikan bahwa kakao akan terus menjadi komoditas yang disukai banyak orang dengan tetap memelihara koordinasi dan kolaborasi dengan baik,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kakao
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top