Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONSUMSI AMDK: Target Direvisi Naik Karena Kemarau Panjang

Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pada 2014 diperkirakan naik dari target semula 11%-12% menjadi 14% atau sebesar 24,5 miliar liter.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 07 Mei 2014  |  19:10 WIB
KONSUMSI AMDK: Target Direvisi Naik Karena Kemarau Panjang
Konsumsi pada kuartal pertama yang mencapai 5,6 miliar liter. - bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pada 2014 diperkirakan naik dari target semula 11%-12% menjadi 14% atau sebesar 24,5 miliar liter.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baruno mengatakan akan merevisi target konsumsi pada 2014 yang semula 11% – 12%.

“Kami akan merevisi [target kenaikan konsumsi AMDK], mengingat tahun ini akan terjadi kemarau panjang yang sangat berpengaruh pada konsumsi,” ucapnya pada Bisnis.com, Rabu (7/5/2014).

Menurutnya, walaupun target kenaikan akan direvisi yang semula sebesar 22,5 miliar liter, konsumsi akan menurun pada bulan Ramadhan. Konsumsi pada bulan tersebut diproyeksi hanya 1,75 miliar liter.

Hendro mengatakan konsumi AMDK pada kuartal kedua 2014 yang diproyeksi hanya 5,45 miliar liter. Meski angka tersebut relatif kecil, target tahun ini masih tertolong tingkat konsumsi pada kuartal pertama yang mencapai 5,6 miliar liter.

Dia menambahkan pada 2014 belum ada penambahan pabrik AMDK, hanya saja perluasan distribusi dan penambahan kapasitas mesin menjadi faktor penguat sebagai pendukung pencapaian target kenaikan konsumsi itu.

“Ada produk nasional menggunakan pabrik lokal. Dengan seperti itu semakin mudah mendistribusikan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum amdk
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top