Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Teken MoU Perdagangan dengan Hong Kong

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak bersama Deputy Executive Director Hong Kong Trade Development Council(HKTDC) Benjamin Chau, menandatangani Joint Statementhari ini guna meningkatkan hubungan kerja sama perdagangan.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 28 April 2014  |  15:42 WIB
Petikemas ekspor. RI Teken MoU perdagangan dengan Hong Kong - Bisnis
Petikemas ekspor. RI Teken MoU perdagangan dengan Hong Kong - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak bersama Deputy Executive Director Hong Kong Trade Development Council(HKTDC) Benjamin Chau, menandatangani Joint Statementhari ini guna meningkatkan hubungan kerja sama perdagangan.

Penandatanganan pada Senin (28/4/2014) tersebut dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan pameran Hong Kong International Gift and Premium 2014.

 “Penandatanganan joint statement ini merupayakan upaya mengoptimalkan program dan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Hong Kong yang tertuang pada nota kesepahaman di bidang promosi perdagangan yang ditandatangani sebelumnya pada 20 Februari 2012 lalu,” kata Nus.

Joint Statement ini, lanjut Nus, merupakan pengembangan dari kerja sama yang tercantum dalam MoU dengan menambahkan beberapa hal terkait implementasi poin-poin kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Nus menjelaskan salah satu klausulnya adalah pengaturan implementasi atas promosi bagi 500 perusahaan Indonesia yang dilakukan melalui pemuatan profil perusahaan Indonesia di situs HKTDC.

“Target industri yang akan dikembangkan melalui kerja sama ini antara lain seni dekorasi dan kerajinan, peralatan rumah tangga, furnitur, gift and premium, toys and games, permata dan perhiasan, garmen dan tekstil, fesyen dan aksesori, makanan, teh, dan alat tulis.”

Benjamin Chau menyatakan bahwa melalui penandatanganan Joint Statement ini diharapkan para pelaku usaha di Hong Kong dapat lebih meningkatkan hubungan perdagangan dengan pengusaha Indonesia.

Sebaliknya, para pengusaha Indonesia dapat menggunakan platform online market place HKTDC yang selama ini sudah lama digunakan oleh para dunia usaha internasional dalam melakukan transaksi perdagangan.

"Melalui penandatanganan Joint Statement ini, diharapkan produk-produk ekspor Indonesia dapat dikembangkan sesuai dengan selera pasar internasional dan tren produk masa kini yang pada akhirnya dapat terus meningkatkan volum perdagangan Indonesia," imbuh Nus.

Mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh, selain dengan HKTDC, Ditjen PEN juga akan terus melakukan upaya kerja sama dengan Trade Promotion Organization (TPO) lainnya.

Hong Kong merupakan pasar prospektif bagi Indonesia. Nilai rata-rata total perdagangan nonmigas Indonesia-Hong Kong selama lima tahun (2009-2013) mencapai USD 4,6 juta dengan tren positif sebesar 4,6%.

Nilai ekspor nonmigas pada  2013 mencapai USD 2,69 juta dengan produk ekspor utama Indonesia ke Hong Kong mencakup elektronik, perhiasan, tekstil, mesin, dan makanan olahan.

Sementara itu, nilai impor nonmigas Indonesia dari Hong Kong pada 2013 sebesar US$1,98 juta dengan produk impor utama antara lain produk tekstil, suku cadang radio dan alat komunikasi, serta minyak esensial.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong mou
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top