Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

STRATEGI PADANG RUMPUT Diyakini Hambat Impor Daging Australia

Pemerintah mengklaim bahwa pengembangan padang rumput ini bisa sekaligus secara tidak langsung menghambat importasi daging sapi dari Australia.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 27 April 2014  |  14:20 WIB
penggembala bisa menghemat antara Rp1-2 juta per ekor jika memanfaatkan padang gembala,  - article.wn.com
penggembala bisa menghemat antara Rp1-2 juta per ekor jika memanfaatkan padang gembala, - article.wn.com

Bisnis.com, JEMBRANA, BALI – Pemerintah mengklaim bahwa pengembangan padang rumput ini bisa sekaligus secara tidak langsung menghambat importasi daging sapi dari Australia.

"Kenapa Australia bisa murah dagingnya? Soalnya pakan mereka murah dan ada sentuhan teknologi. Kita juga bisa seperti itu," ujar Direktur Pakan Ternak Ditjen Peternakan Mursyid Ma'sum, Sabtu (26/4/2014).

Dia menggambarkan untuk menghasilkan sapi bakalan membutuhkan Rp7-8 juta sampai siap potong dengan pola selama ini, karena setiap bibit sapi membutuhkan sebesar 14-16% konsentrat, sementara rumput biasa hanya 8-9%.

Mursyid menjabarkan penggembala bisa menghemat antara Rp1-2 juta/ekor jika memanfaatkan padang gembala, karena rumput kualitas bagus memiliki tingkat konsentrat 12%, atau lebih efisien sekitar Rp12.000 per ekor per hari hingga pemotongan.

Manajemen pakan adalah aspek kunci karena ini yang menjadi faktor utama harga daging nasional. "Kalau ini optimal, lalau kemudian integrasi sawit-sapi, wah, Australia bisa ketakutan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Padang Rumput
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top