Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lonsum Diminta Bangun Industri Hilir CPO di Sumsel

PT London Sumatra Tbk, sayap bisnis Grup Salim di sektor perkebunan, diminta agar mengembangkan industri hilir minyak sawit mentah di Provinsi Sumsel.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 24 April 2014  |  17:37 WIB
Lonsum Diminta Bangun Industri Hilir CPO di Sumsel
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – PT London Sumatra Tbk, sayap bisnis Grup Salim di sektor perkebunan, diminta agar mengembangkan industri hilir minyak sawit mentah di Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan sudah seharusnya London Sumatra (Lonsum) membuat penghiliran dari crude palm oil (CPO).

“Saya sudah sampaikan [minta] ada industri hilir sawit di Sumsel, jangan mentahnya diekspor terus,”katanya usai pertemuan dengan pihak Lonsum dalam rangka persiapan operasi katarak gratis di Palembang, Kamis (24/4/2014).

Menurut Alex, Sumsel sudah memiliki lokasi strategis sebagai pusat industri hilir, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin.

Dia mengatakan meski perpres untuk kawasan itu belum ditandatangani presiden, namun pihaknya masih optimistis KEK TAA segera terealisasi sehingga perusahaan perkebunan sawit, seperti Lonsum,bisa segera membangun pabrik pengolahan di sana.

Sementara itu President Comissioner PT PP London Sumatra Indonesia Franciscus Welirang mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan permintaan gubernur itu.

“Memang saat ini belum ada, kami harapkan nanti ada pabriknya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lonsum london sumatra indonesia pabrik kelapa sawit london sumatra
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top