Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turunan Getah Pinus, Perhutani ekspor perdana ke India

Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 22 April 2014  |  14:29 WIB
Pengumpulan getah pinus. Perhutani ekspor perdana turunan getah pinus ke India - Antara
Pengumpulan getah pinus. Perhutani ekspor perdana turunan getah pinus ke India - Antara

Bisnis.com, SEMARANG--Perum Perhutani melakukan ekspor perdana 13,6 ton produk turunan getah pinus Alphapinene ke India senilai Rp1,1 miliar.
 
Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto mengatakan produk Alphapinene yang diekspor merupakan produksi Pabrik Perhutani Pine Chemical Industri (PPCI) di Pemalang, Jawa Tengah yang beroperasi sejak awal 2014.
 
"Ini menandai era hilirisasi industri derivatif gondorukem dan terpentin. Ini kita ekspor Alphapinene 13,6 ton ke India dengan kadar kemurnian minimal 97,5%," katanya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Selasa (22/4).
 
Bambang menuturkan teknologi produksi Alphapinene relatif sederhana. Namun, nilai tambah yang diperoleh cukup tinggi dibandingkan hanya sampai produk terpentin. Nilai tambah produk turunan gondorukem, lanjutnya, mencapai 20%-30% dengan harga produk US$2.000-4000/ton. Sedangkan produk derivatif terpentin mampu memberikan nilai tambah 50%-60% dengan harga tertinggi mencapai US$15.000/ton.
 
"Kebutuhan pasar Alphapinene dan Bethapinene di dunia mencapai 600.000 ton/tahun, di dalam negeri kebutuhannya 19.000 ton/tahun. Jadi pasarnya sangat besar," ujarnya.
 
Bermodalkan pabrik derivatif terpadu di lahan seluas 6,3 hektar, imbuhnya, Perhutani optimistis dapat menjadi pelaku penting dalam bisnis industri pine chemical di dunia. Oleh karena itu, PPCI diharapkan dapat beroperasi optimal sehingga produksi derivat Gondorukem Perhutani mampu meningkat, serta menyaingi China dan Brazil yang menguasai 70% dan 11% pasar dunia.
 
Bambang menambahkan pabrik yang menelan investasi sebesar Rp208,7 miliar tersebut mampu menyerap 24.500 ton bahan baku getah pinus per tahun. Pasokan bahan baku mayoritas berasal dari hutan pinus seluas 876.992,66 ha yang dikelola Perhutani.
 
Adapun kapasitas produksi PPCI mencapai 17.150 ton gondorukem/tahun, 3.675 ton turpentin/tahun, 6.000 ton Alphapinene/tahun, 112,5 ton Betapinene/tahun, 18.000 ton Gliserol Rosin Ester/tahun, dan 1.800 ton terpineol/tahun.
 
"Ekspor perdana PPCI ini merupakan rangkaian acara puncak peringatan hari jadi Perhutani ke-53 yang diperingati pada 29 Maret 2014 lalu," tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhutani
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top