UU Keinsinyuran Tingkatkan Remunerasi Insinyur?

Menjelang akhir Januari 2014, tepatnya 25 Januari lalu, DPR RI mengesahkan RUU Keinsinyuran menjadi UU Keinsinyuran. Lalu apa saja manfaat yang diharapkan dari beleid profesi tersebut?
Dimas Novita Sari | 02 Maret 2014 14:21 WIB
Ilustrasi aktivitas insinyur di lapangan. -

Bisnis.com, JAKARTA--Menjelang akhir Januari 2014, tepatnya 25 Januari lalu, DPR RI mengesahkan RUU Keinsinyuran menjadi UU Keinsinyuran. Lalu apa saja manfaat yang diharapkan dari beleid profesi tersebut?

Masyakarat diklaim akan makin terlindungi dari segala bentuk malpraktek. Remunerasi insinyur juga akan semakin proporsionil dengan penerapan etika profesi yang juga akan mengurangi tindakan korupsi.

Kemudian, inovasi yang menjadi pekerjaan utama insinyur juga akan semakin beragam dan terus diimplementasikan dengan kemampuan teknologi yang semakin mandiri, sehingga modifikasi dan efisiensi di kalangan industri kian marak.

Selanjutnya, kekuatan nasional SDM teknik yang mampu bersaing, memajukan dan memandirikan penugasan teknologi kian tumbuh. Dengan demikian dapat memnimalisir keinginan insinyur untuk hijrah ke luar negeri.

Yang paling penting, tercipta dan berlangsungnya sistem keinsinyuran yang bertata kelola baik, sehingga insinyur yang setara global makin  banyak dan mengurangi masuknya insinyur asing.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
insinyur, persatuan insinyur indonesia

Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top