Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjaga Laut Selamatkan KM Burung Laut di Ujung Karawang

Kapal motor (KM) Burung Laut 101 yang mengalami mati mesin di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat, akhirnya berhasil ditarik kapal patroli keselamatan KN Alugara P-114 milik Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PLP) Pelabuhan Tanjung Priok, ke perairan labuh di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Jumat (10/1/2013) malam.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 11 Januari 2014  |  15:15 WIB
Penjaga Laut Selamatkan KM Burung Laut di Ujung Karawang
KN Alugara saat menarik KM Burung Laut 101 yang mengalami mati mesin di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat. - bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kapal motor (KM) Burung Laut 101 yang mengalami mati mesin di perairan Ujung  Karawang, Jawa Barat, akhirnya berhasil ditarik kapal patroli keselamatan KN Alugara P-114 milik Pangkalan Penjaga Laut  dan Pantai (PLP) Pelabuhan Tanjung Priok, ke perairan labuh di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Jum’at (10/1/2013) malam.

Kepala pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt. Teddy Mayandi,  mengatakan seluruh awak kapal KM Burung Laut 101 berbobot 673 gross tonage (GT)itu, dalam keadaan selamat meski mengalami kelelahan setelah dua hari terapung-apung di tengah laut.

“Proses penarikan berjalan lancar, sehingga kapal yang ditarik dari lokasi terapung sekarang berada di kawasan Labuh Sunda Kelapa  dan diserahkan ke pemiliknya,” ujarnya kepada Bisnis hari ini, Sabtu (11/1/2013). Hingga kini, kata dia, pemantauan kondisi fisik kapal tersebut masih terus dilakukan.

Teddy menceritakan sebelum mengalami musibah, KM Burung Laut  101 berangkat dari pelabuhan Sunda Kelapa hari Rabu (8/1)  pagi  menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membawa besi beton dan rangka jembatan.

Namun, ketika kapal sampai di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat, mengalami kerusakan mesin. “Awak kapal itu berusaha untuk memperbaiki, namun kerusakan terbilang berat, sehingga mesin gagal diperbaiki dan terapung-apung di perairan itu selama 2 hari,” tuturnya.

Dia mengatakan pemilik KM Burung Laut 101 yakni PT Tendri Dharma Samudera, sudah berusaha mencari bantuan agar ada yang bisa menarik kapal dari perairan, tetapi gagal.

Akhirnya pemilik kapal itu menghubungi kantor PLP Tanjung Priok, pada hari Kamis (9/1) sore untuk melaporkan kapalnya yang sedang terapung-apung di perairan dan meminta bantuan untuk dilakukan penarikan.

“Atas laporan dari pemilik kapal,  kami siap untuk melakukan pertolongan saat itu juga, namun atas permintaan pemilik kapal, kegiatan penarikan kapal yang mati mesin itu dilakukan pada keesokan harinya,"paparnya.

KN Alugara milik PLP Tanjung Priok berangkat ke lokasi perairan pada Jum’at pagi (10/1)  pukul 08.45 Wib dari dermaga Pangkalan PLP Tanjung Priok dengan Komandan Rona Wira Perkasa, dengan awak kapal berjumlah  22 orang.

“Proses penarikan bisa dilakukan dengan cepat, karena ada kapal patroli yang siap beroperasi dari dermaga pangkalan pangkalan,”ujarnya.

General Manager PT Tendri Dharma Samudera, Franz Darmawansyah menyatakan mengapresiasi peran PLP Tanjung Priok yang cepat menanggapi laporannya, mengingat keadaan perairan di lokasi kapal yang sedang mengalami mati mesin alunnya sangat kencang.

“Sebelumnya kami sudah berusaha mencari pertolongan di lokasi, tetapi sulit mendapat bantuan. Namun ketika kami menghubungi pihak PLP Tanjung Priok responnya sangat cepat melakukan pertolongan, sehingga kapal dan awaknya terhindar dari keadaan yang lebih buruk lagi,” ujar Franz.(K1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal Penjaga Pantai
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top