Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MEA 2015, Jasa Logistik Butuh Kebijakan Fiskal

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia mengusulkan kebijakan fiskal berupa bantuan pengadaan sarana dan prasarana logistik sebagai salah satu upaya menurunkan biaya logistik, menyusul penerapan Asean Economic Community 2015.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 19 November 2013  |  19:15 WIB
MEA 2015, Jasa Logistik Butuh Kebijakan Fiskal

BIsnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan  Forwarder Indonesia (ALFI) mengusulkan kebijakan fiskal, berupa bantuan pengadaan sarana dan prasarana logistik sebagai salah satu upaya menurunkan biaya logistik terkait dengan rencana penerapan Asean Economic Community 2015.

Sekretaris Jenderal ALFI sekaligus Vice Chairman Asean Federation of  Forwarders Association (AFFA)Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan perusahaan logistik dan freight forwarding yang mengoperasikan truk merasa kesulitan melakukan peremajaan armada karena beratnya kebijakan ini.

“Tingkat kepadatan membuat perjalanan pengiriman barang menjadi jauh berkurang, yang berimbas pada menurunnya pendapatan mereka,” ujarnya dalam Rakernas II, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (19/11).

Di samping itu, daftar negatif investasi (DNI) juga dinilai perlu terus diperbaharui untuk tetap mendukung kegiatan ekonomi yang adil.  Dalam alam laju globalisasi dan AEC 2015 menuntut Indonesia untuk membuka diri dalam komunitas dunia.

Kondisi ini tentunya membuka peluang sekaligus di saat yang sama dapat menjadi ancaman. Peluang bagi pengusahan nasional untuk ekspansi dan menjadi pemain internasional, tetapi investor asing pun melirik Indonesia sebagai daya tarik dengan pasar yang sangat besar. Untuk itu, ALFI mendukung usaha pemerintah untuk mengatur masuknya investasi asing.

Di jasa logistik dan freight forwarding, sudah banyak pemain asing yang masuk dan bersaing di Indonesia, menjadikan industri ini menjadi semakin menarik. Tapi ada pula jasa-jasa pendukungnya yang perlu tetap diperuntukkan bagi pengusaha nasional seperti pengurusan jasa kepabeanan. Terlepas dari hal tersebut, investor asing dapat diarahkan untuk melakukan pengembangan infrastruktur logistik di Indonesia.

Selain pembahasan mengenai penyusunan langkah-langkah menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015, Rakernas  Rakernas  ini juga membicarakan bagaimana menciptakan sinergi antara pengusaha  bidang logistik dan freight forwarding di tingkat ASEAN.

Ketua Umum ALFI/ILFA Iskandar Zulkarnain menegaskan acara tersebut sangat penting  dan saling mendukung keberadaan Indonesia dalam jasa industri logistik dan freight forwarding di tingkat Asean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alfi biaya logistik
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top