Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemanfaatan Air di Indonesia Hanya Satu Tingkat Lebih Baik dari Ethiopia

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat dari total potensi air sebesar 3,9 triliun m3 di Indonesia, baru sekitar 13,8 miliar m3, atau 58 m3 perkapita yang dapat dikelola melalui reservoir.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 11 November 2013  |  16:39 WIB
Pemanfaatan Air di Indonesia Hanya Satu Tingkat Lebih Baik dari Ethiopia

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum mencatat dari total potensi air sebesar 3,9 triliun m3 di Indonesia, baru sekitar 13,8 miliar m3, atau 58 m3 perkapita yang dapat dikelola melalui reservoir.

Direktur Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum Mohamad Hasan mengatakan  angka itu lebih rendah dari Thailand, atau satu tingkat di atas Ethiopia.

“Untuk mengatasi hal tersebut kementerian terus memacu pembangunan waduk di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/11/2013).

Selain itu, Indonesia masuk ke dalam 10 negara pengimpor air maya terbesar di dunia dan 10  besar negara dengan tingkat penggundulan hutan terbesar, yakni 1,44 juta hektar.

Berdasarkan kondisi tersebut, Hasan sangat mengharapkan partisipasi masyarakat sangat membantu dalam pengelolaan sumber daya air (SDA), khususnya untuk mengantisipasi banjir dan krisis air.

Dia menyampaikan partisipasi yang dimaksud bisa dalam bentuk individu, kelompok, ataupun peran swasta.

"Oleh karena itu, kita butuh keikutsertaan masyarakat dan swasta, seperti adanya gerakan Ciliwung Bersih,” jelasnya.

Kementerian, lanjutnya, juga melakukan upaya serupa seperti revitalisasi sungai yang telah dilakukan di Saluran BKB (Banjir Kanal Barat), Kaligarang Semarang, dan Restorasi Sungai Cikapundung.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum waduk sumber daya air
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top