Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Ancam Cabut Izin Importir Gula

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perdagangan mengancam akan membekukan hingga mencabut Importir Terdaftar dan Importir Produsen yang terbukti melakukan perembesan gula impor di pasaran.Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 10 Oktober 2013  |  23:29 WIB
Kemendag Ancam Cabut Izin Importir Gula
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perdagangan mengancam akan membekukan hingga mencabut Importir Terdaftar dan Importir Produsen yang terbukti melakukan perembesan gula impor di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan telah melakukan proses audit distribusi gula rafinasi pada 34 distributor bekerja sama dengan PT Sucofindo. Namun, hingga kini belum ada indikasi yang pasti mengenai pabrik gula mana yang melakukan perembesan.

"Itu dari sisi pengawasan produk gula, dari sisi audit distribusi targetnya Oktober sudah selesai prosesnya. Sanksinya, alokasi raw sugar bisa dikurangi sampai pada pencabutan dan pembekuan IT dan IP," kata Srie dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR, Kamis (10/10/2013).

Dia menambahkan dari hasil pengawasan sementara ada distribusi merek-merek dari lima pabrik gula yang ditengarai merembes ke pasaran. Namun, hal tersebut tidak bisa langsung disimpulkan karena ada kemungkinan terjadi pemalsuan merek.

Direktur Jenderal Standardisasi Perlindungan Konsumen, imbuhnya, sudah memberikan peringatan teertulis kepada lima produsen yang hasil produksinya di temukan di pasar.

Tingkat perhitungan pengurangan alokasi impor, lanjutnya, berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan perusahaan tersebut. Dia mencontohkan apabila tingkat kepatuhan hanya 42%, maka tingkat kesalahan perusahaan yang dijadikan angka pengurang sebesar 58%.

Srie menjelaskan parameter tingkat kesalahan dihitung dari apakah perusahaan sudah menunjuk distributor yang benar, menyalahgunakan surat persetujuan perrdagangan antarpulau gula terdaftar, atau memalsukan surat tersebut.

"Kami juga telah meminta Asosiasi Gula Kristal Rafinasi agar meminta anggotanya untuk mendistribusikan gula rafinasi sesuai peraturan yang berlaku sehingga tidak terjadi perembesan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi menjelaskan jenis gula mentah hanya diimpor oleh IP yang digunakan untuk bahan baku industri dan dilarang untuk diperdagangkan. Syarat rekomendasinya dari Dirjen Agro Kementerian Perindustrian untuk industri gula rafinasi, MSG, dan industri untuk aroma makanan.

"Dirjen Perkebunan Kementan wajib melakukan verifikasi GKP di pelabuhan muat sebelum dikapalkan. Melalui verifikasi tersebut kita mendapatkan jumlah yang sudah diiimpor sesuai dengan alokasi," ujarnya.

Melalui verifikasi tersebut pihaknya akan mengetahui realisasi impor gula mentah atau rafinasi dan tidak bisa ditukar jumlah alokasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor gula kementerian perdagangan gula rafinasi impor gula gula kristal putih rembes
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top