Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Murah Bebani Daerah, Pemerintah Pusat Harus Carikan Solusi

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) dinilai hanya menambah masalah bagi pemerintah daerah dalam mengatasi manajemen transportasi.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 29 September 2013  |  19:22 WIB
Mobil Murah Bebani Daerah, Pemerintah Pusat Harus Carikan Solusi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) dinilai hanya menambah masalah bagi pemerintah daerah dalam mengatasi manajemen transportasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamata Tata Kota Universitas Trisaksi Yayat Supriatna. Dia berpendapat selama ini kebijakan mengenai transportasi hanya dibebankan pada pemerintah daerah.

“Masih ada kesan kalau transportasi itu urusannya gubernur, padahal seharusnya pemerintah pusat juga andil untuk membuat kebijakan nasional,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (29/9/2013).

Dia menjelaskan pembangunan jalan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum hanya dialokasikan untuk jalan nasional, sedangkan jalan provinsi bersumber dari pendanaan APBD.

Padahal, besaran untuk pembangunan jalan di tiap provinsi tidak lebih dari 5% dari anggaran APBD. Selain itu, mengenai izin trayek kendaraan, Yayat juga menilai Kementerian Pekerjaan Umum tidak menimbang secara matang.

Menurutnya, izin trayek dikeluarkan hanya karena kepentingan bisnis bukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Inilah mengapa pemerintah pusat harus juga meminta pendapat pemerintah daerah jangan hanya memberi masalah, tapi juga solusi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil murah kemacetan angkutan umum
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top