Rupiah Melemah, Petrogres Genjot Ekspor Pupuk

Bisnis.com, JAKARTA: PT Petrokimia Gresik (Petrogres), perusahaan pupuk terlengkap di Indonesia yang berbasis di Jawa Timur, menambah porsi ekspor sebagai upaya menyiasati pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp11.000 per dolar AS.
Chamdan Purwoko
Chamdan Purwoko - Bisnis.com 30 Agustus 2013  |  18:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA: PT Petrokimia Gresik (Petrogres), perusahaan pupuk terlengkap di Indonesia yang berbasis di Jawa Timur, menambah porsi ekspor sebagai upaya menyiasati pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp11.000 per dolar AS.

Peningkatan ekspor tersebut dilakukan mengingat Petrogres sebagai produsen berbagai jenis pupuk memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan bahan baku impor seperti fosfat, sulfur, kalium dan sebagainya.

“Hampir 90% bahan baku produksi pupuk Petrogres menggunakan bahan baku impor terutama dari Timur Tengah dan China,” kata Sekretaris Perusahaan PKG Bambang Heru saat dihubungi Bisnis, Jumat (30/8/2013).

Menurut dia,  semua industri yang memiliki ketergantungan pada bahan baku impor perlu mengatur ulang strategi bisnisnya, mengingat ongkos pengadaan bahan baku menjadi sangat bakal akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini.

Peningkatan ekspor pupuk ini juga dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meminta seluruh badan usaha milik negara mengurangi belanja dalam bentuk valuta asing dan meningkatkan pendapatan dalam bentuk valas, terutama dengan memacu kinerja ekspor.

 “Pada saat harga dolar semakin tinggi, kami berusaha tetap survive menjalankan bisnis pupuk sekaligus mengamankan kewajiban memasok pupuk di dalam negeri ini. Dengan meningkatkan ekspor, kami berharap dampak dari pelemahan dolar terhadap rupiah dapat diminimalkan,” ujar Bambang.

Mulai September

Peningkatan ekspor ini, lanjutnya, akan dilakukan mulai September dengan negara tujuan India dan Nigeria. Produk yang diekspor mencakup jenis pupuk majemuk NPK sebanyak 40.000 ton dan ZK 7.500 ton.

Secara akumulatif sepanjang Januari-Juli 2013, katanya, total penjualan ekspor pupuk NPK tercatat mencapai 150.991 ton dan ZK 21.000 ton yang ditujukan ke beberapa negara antara lain Thailand, Filipina, India, Nigeria, Vietnam dan Timur Tengah.

Bambang menambahkan peningkatan volume ekspor ini telah memperhitungkan total kebutuhan di dalam negeri sehingga ketersediaan pupuk untuk sektor pangan tetap terjamin demi mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat hati-hati dalam melakukan ekspor, dengan tetap memastikan ketersediaan pupuk di pasar domestik yang sebentar lagi akan memasuki musim tanam kedua,” jelasnya.

Terkait dengan pengadaan pupuk untuk menghadapi musim tanam kedua yang berlangsung pada Oktober hingga Maret, Petrogres telah mengalokasikan pupuk NPK Phonska (bersubsidi) sebanyak 250.000 ton.  “Hingga akhir Juli tahun ini penjualan Phonska di pasar domestik mencapai 1.244.000 ton.”

Jenis pupuk majemuk ini memang sedang ditingkatkan penggunaannya di kalangan petani dari pada pupuk tunggal seperti urea, karena dinilai lebih efektif dan efisien dalam pemupukan dan mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, pupuk, petrokimia gresik

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top