Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inhutani III Kembangkan Kebun Karet 20.000 Ha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Inhutani III (Persero) berencana mengembangkan perkebunan karet seluas 20.000 hektare di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 24 Agustus 2013  |  18:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Inhutani III (Persero) berencana mengembangkan perkebunan karet seluas 20.000 hektare di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Bambang Widyantoro, Direktur Utama Inhutani III, menuturkan selain hutan tanaman industri (HTI) kayu, perseroan juga tengah mengembangkan perkebunan karet.

"Kami juga buka perkebunan karet karena karet itu tidak ada yang bisa substitusi 100%. Jadi harganya tidak akan terlalu jatuh," ujarnya di Kementerian Kehutanan, Sabtu (24/8/2013).

Inhutani III berencana membangun HTI karet seluas 20.000 ha di sejumlah wilayah di Kalimantan. Adapun saat ini perseroan tengah mengurus izin hak guna usaha untuk perkebunan karet. Perkebunan karet telah dilakoni Inhutani III sejak 2003 lalu.

"HGU karetnya lagi diurus. Yang sudah tanam, itu seluas 2.000 ha," kata Bambang.

Tahun ini, perusahaan berencana menggarap 1.000 ha kebun karet. Dengan penambahan tersebut, perseroan telah menggelontorkan Rp15 miliar untuk investasi HTI karet.

Adapun produksi karet Inhutani III baru mencapi 20 ton/bulan. Tak hanya memproduksi bahan baku, Inhutani III juga berencana membangun pabrik pengolahan karet pada 2017.

"Kita juga mau bangun pabrik pengolahan dengan kapasitas 30.000 ton/tahun. Bahan bakunya dari kebun sendiri dan dari kebun rakyat," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet hti
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top