Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Akses Priok: Seksi NS Link Masih Terkendala Lahan

Bisnis.com, JAKARTA—Pengerjaan konstruksi seksi NS Link Simpang Jampea-Yos Sudarso dalam proyek jalan tol akses Tanjung Priuk dipastikan mundur dari target sebelumnya akibat proses land capping yang berlangsung alot.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 Agustus 2013  |  18:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pengerjaan konstruksi seksi NS Link Simpang Jampea-Yos Sudarso dalam proyek jalan tol akses Tanjung Priuk dipastikan mundur dari target sebelumnya akibat proses land capping yang berlangsung alot.

Kepala Satuan Kerja Proyek Akses Tanjung Priok Bambang Nurhadi mengungkapkan  pengerjaan konstruksi sebenarnya ditargetkan rampung pada Agustus tahun ini.

 “Seksi ini masih terkendala pembebasan lahan,” katanya, Senin (19/8/2013).

Menurutnya, hingga kini pihaknya baru membebaskan 96 bidang tanah seluas 8.628 m2 atau sekitar 62 ,60% dari total lahan yang dibutuhkan, yakni 209 bidang seluas 13.782 m2.

“Masih tersisa 113 bidang seluas 5.154 m2,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, sebagian lahan yang menjadi bagian kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Pademangan tinggal menunggu pengalihan status dari Kementerian Keuangan.

Namun, terdapat 83 orang warga yang menamakan diri Warga 83 meminta uang ganti rugi (UGR) lahan sebesar Rp35 juta/m2 atau jauh di atas nilai apprasial yang hanya Rp12 juta/m2.

“Tapi sudah ada sekitar 23 warga yang menerima sesuai appraisal dan UGR 13 orang lainnya sedang diajukan. Jadi masih ada 47 warga yang belum menerima UGR atas lahannya,” terang Bambang.

Dia mengungkapkan alotnya pembebasan lahan tersebut menyebabkan pengerjaan beberapa bagian konstruksi belum dapat direalisasikan. Padahal hingga Agustus 2013 progres konstruksi ruas tol sepanjang 2,42 km tersebut telah mencapai 76%.

Seksi NS Link merupakan salah satu dari lima seksi dalam proyek jalan bebas hambatan akses Priok yang dibiayai oleh pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sekitar Rp 4,4 triliun.

Empat seksi lainnya adalah seksi E1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 km dengan nilai Rp662,5 miliar, seksi E2 Cilincing-Jampea (2,74 km) dengan nilai investasi Rp1,04 triliun, seksi E2A Jampea-Simpang Jampea (1,92 km) dengan nilai Rp1,042 triliun, dan seksi NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km dengan nilai Rp300 miliar.

Kecuali seksi NS Direct Ramp yang masih menunggu keputusan JICA terkait pemenang tender, seksi tol lainnya direncanakan rampung pada 2014. Sementara itu, seksi E1 sudah dioperasikan tanpa tarif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol akses priok seksi ns link
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top